Sekilas Info

PPKM GCUKK Edukasi Pemanfaatan Limbah Sampah Rumah Tangga

Pelatihan kepada anggota secara virtual

SINTANG | SenentangNews.com – Tak dapat disangkal, Pandemi Covid-19 telah membatasi dimensi ruang dan jarak serta telah merubah berbagai tatanan. Termasuk berbagai agenda di Gerakan Credit Union Keling Kumang (GCUKK). Begitu diungkapkan Kepala Unit Pemberdayaan Perempuan dan Kaum Milenial (PPKM), Hera, Jumat (4/6/2021) sore di Sintang.

Meskipun demikian, kata dia, agenda kegiatan di GCUKK harus tetap berjalan. Sebagaimana agenda edukasi terhadap para anggota, sedapatnya tetap dilakukan meski harus dilakukan secara virtual. Termasuk kegiatan yang baru-baru ini dilakukan, yaitu kegiatan edukasi pemanfaatkan sampah organik.

Sampah mudah dijumpai di berbagai tempat. Bahkan pada titik-titik yang bukan pada tempatnya. Kebiasaaan masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dapat merusak ekosistem lingkungan. Sampah dapat berasal dari mana saja, namun limbah sampah rumah tangga adalah salah satu penyumbang sampah terbesar di masyarakat. Itu dampak dari paradigma bahwa sisa sayuran, buah-buahan dan sampah lainnya tidak bisa digunakan sehingga cenderung dibuang begitu saja.

Salah satu cara alternatif untuk mengurangi penumpukan sampah buangan masyarakat, adalah dengan pengolahan dan pemanfaatan kembali, yaitu sebagai bahan pembuatan pupuk organik yang dapat dilakukan dan digunakan oleh masyarakat sendiri.

Pupuk organik ini sendiri sangan bermanfaat bagi tanaman. Selain tidak mengandung bahan berbahaya seprti zat kimia, pupuk organik ini juga sangat baik digunakan untuk menyuburkan berbagai tanaman yang ada dipekarangan rumah. Untuk itu GCUKK PPKM telah menginisiasi dan memberikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos kepada para aktivis perempuan.

Masih menurut Kepala Unit PPKM GCUKK ini, Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos yang dihelat pada akhir bulan Mei lalu ini, diikuti oleh 139 orang aktivis perempuan dan dilaksanakan secara virtual. Dalam pelatihan ini telam menghadirkan dua orang narasumber, yakni Atanasius dan Lusia Siska.

Atanasius khusus untuk pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), yaitu pupuk yang berbentuk cair. Dan Lusia Siska khusus untuk embuatan Pupuk Kompos Padat (PKP). Kedua narasumber ini bukan hanya terampil dalam menjelaskan tetapi mereka juga sudah lama mempraktikannya.

“Kedua narasumer ini telah mempraktekan dan telah menggunakannya sejak lama serta sudah merasakan manfaatnya. Tanah dan tanaman menjadi subur kemudian limbah rumah tangga pun dapat termanfaatkan dengan baik,” pungkas Hera.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: GCUKK