Sekilas Info

Ini Cara Masyarakat Adat Seberuang Mendorong Perda Hutan Adat

Penulis: Kris Lucas

SINTANG | SenentangNews.com- Berbuat dulu, setelah itu baru mengusulkan keinginannya. Seperti itu, yang dilakukan masyarakat adat Dayak Seberuang di desa Jaya Mentari kecamatan Tempunak. Jaga kelestarian hutannya, bijak dalam pemanfaatannya, dan melaksanakan pemetaan partisipatif.  Itu yang dilakukan masyarakat Jaya Mentari untuk mendorong diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sintang tentang Hutan Adat.

Menurut Kepala Desa Jaya Mentari, Sabinus Tuyat, semua Perangkat Desa, BPD, Ketua Adat serta seluruh warga tua dan muda, secara kompak terus-menerus menjaga hutan, sungai dan semua mata-air. Hasil pemetaan dengan alat Drone pun sudah ada, dan perselisihan batas wilayah dengan desa-desa sekitar pun telah satu- demi satu diselesaikan. Warga setampat, hanya boleh memanfaatkan kayu yang telah roboh atau di bekas lading.

Di Jaya Mentari, ada lima unit instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan sejumlah instalasi Sarana Air Bersih sistim gravitasi. Dari lima unit PLTMH yang ada, empat unit diantaranya adalah hasil swadaya masyarakat. Semuanya memanfaatkan sumber-sumber air yang ada di sejumlah hutan-perawan di Jaya Mentari.

“Listrik dan Sarana Air Bersih di lima dusun hidup selama 24 jam sehari, dan mandi di sungai pun tidak perlu takut keracunan air limbah,” tutur Tuyat, kepada Senentang News, hari Selasa, (11/4/17).

Tuyat menambahkan, bahwa ada enam buah dusun yang ada di desa Jaya Mentari, yaitu, Landau Arai, Petinggi Arai, Sungai Belatuk, Pulau Bersatu, Serpang dan Sungai Buaya. Dari lima dusun tersebut, hanya Sungai Buaya yang belum memiliki PLTMH, namun untuk di Sungai Buaya sudah direncanakan akan memanfaatkan sumber air dari sungai Malam.

Dijelaskan juga, bahwa komunitas masyarakat adat Dayak Seberuang di Jaya Mentari ini, adalah anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat. Anggota AMAN harus komunitas adat, dan bukan perorangan. Mantan Kepala Desa Jaya Mentari, Rupinus Unol, bahkan hadir pada Kongres AMAN Ke V Tahun 2017 di Tanjung Gusta, Medan. Baru-baru ini, AMAN Kalbar telah menugaskan dua orang aktivisnya, Herkulanus Hendro dan Depriadi, untuk road-show di Jaya Mentari selama dua hari.

“Sudah dua kali AMAN Kalbar hadir disini, sudah banyak informasi yang tersampaikan kepada publik melalui media. Sejumlah lokasi juga sempat ditinjau oleh AMAN Kalbar, diantaranya bendungan PLTMH di dusun Serpang, kondisi sungai Arai, dan kegiatan ibu-ibu PKK dusun Landau Arai yang membuat kerajinan-tangan dari bahan tanaman hutan,” tutur Tuyat. (lck)