Rupinus : Diperlukan Kekompakan dan Persatuan Umat Dalam Menjaga dan Merawat Gereja

178
Bupati Sekadau meresmikan Gereja Katolik Jangka Riam

SEKADAU | SenentangNews.com – Peresmian dan pemberkatan gereja Katolik di wilayah kabupaten sekadau terus dilakukan oleh Bupati Sekadau Rupinus, dan Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP. Peresmian dan pemberkatan gereja yang selama ini dilakukan oleh Bupati, Wakil Bupati dan Uskup Keuskupan Sanggau bahkan tidak mengenal hari libur.

Hal ini dilakukan demi untuk sebuah pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal ini yang terus dilakukan oleh Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si dan Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP.

Seperti yang dilkukan pada Minggu 2 Juni 2019 kemarin. Bupati Sekadau Rupinus dan Uskup Sanggau didampingi beberapa kepala SKPD, Kepala Bagian dan  beberapa orang staf hadir memenuhi undangan panitia peresmian Gereja Katolik Santo Yohanes Pembaptis Stasi Jangka Riam Paroki Rawak Desa Mondi Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau.

Beberapa hari sebelum peresmian gereja katolik Jangka Riam, yakni tanggal 30 Mei 2019 hari libur kenaikan Yesus Kristus ke Surga, Bupati Sekadau bersama Wakil Bupati Sekadau Aloysius, SH, M.Si dan Uskup Keuskupan Sanggau meresmikan Gereja Katolik Santo Gabriel Stasi Seladan Paroki Nanga Taman, Desa Nanga Mongko Kecamatan Nanga Taman.

Semangat pelayanan dan penggembalaan Bupati, Wakil Bupati dan Uskup Keuskupan Sanggau menyala nyala bak mentari dipagi hari meski harus melewati berbagai halangan rintangan ketika dalam perjalanan.

Tepat pukul 07.00 Wib iring-iringan kendaraan Bupati sekadau dengan pengawalan mobil Patwal Dinas Perhubungan dan Patwal Satuan Polisi Pamong Praja melaju perlahan dari rumah kediaman bupati Sekadau yang beralamat di senuruk jalan sanggau menuju Jangka riam. Bupati dan Uskup Keuskupan Sanggau berada dalam satu mobil dinas Bupati.

Ada kurang lebih 45 Km jarak yang ditempuh oleh Bupati dan Uskup Keuskupan Sanggau ketika menuju Stasi Jangka Riam.

Rombongan Bupati melewati Jalan Kayu Lapis dan jalan poros perusahaan milik sawit. Medan jalan poros perusahaan sawit menuju Stasi Jangka Riam lumayan cukup menantang dan menguji nyali anak muda.

Jalannya tanah liat, nanjak berbukit, jurang dan licin. Lumayan menegangkan urat saraf kepala para penumpang. Namun bersyukur pula berkat penyertaan tuhan dan doa dari umat perjalanan rombongan Bupati dan Uskup lancar tidak ada halangan bak air mengalir yang tiada hentinya.

Dan tepat pada pukul 9.30 wib rombongan Bupati Sekadau tiba di Stasi Jangka Riam.

Kedatangan rombongan Bupati dan Uskup Sanggau disambut sangat antusias oleh masyarakat dan umat Katolik Stasi Jangka Riam.

Bupati, Uskup camat dan Pastor Paroki dikalungi, disambut juga dengan prosesi adat, disambut juga dengan pancong buluh muda, disambut juga dengan minumak khas tuak, disambut juga dengan tarian dayak. Suasana stasi Jangka Riam dengan jumlah penduduknya kurang lebih 30-an KK seketika itu ramai dan meriah.

Orang Nomor 1 V di Bumi Lawang Kuari didaulatkan memancong buluh muda. Selain didaulatkan pancong buluh muda orang nomor satu kelahiran Pantok Nanga Taman ini juga didaulatkan membuka tirai papan gereja dan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Gereja Katolik Santo Yohanes Pembaptis Stasi Jangka Riam.

“Dengan mengucapkan Atas Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, Gereja Katolik Santo Yohanes Pembaptis Stasi Jangka Riam, Hari ini Minggu 2 Juni 2019 Saya Resmikan yang ditandai dengan Pembukaan Tirai papan Gereja dan Pengguntingan Pita,”

Begitu kata kata yang ucapkan Bupati mantan camat Nanga Hahap ini yang kemudian disambut dengan riuh tepuk tangan dari Umat.
Seusai Bupati Meresmikan Gereja, prosesi berikutnya adalah pemberkatan bangunan gereja katolik stasi jangka riam oleh Uskup asal Italia.

Seluruh bagian luar dan bagian dalam gereja diberkati dengan air kudus yang sebelumnya diberkati oleh uskup Sanggau ini. Lagu-lagu gereja dianyanyikan dengan merdu oleh kelompok koor Wanita Katolik Republik Indonesia unit Sungai Bala.

Dan setelah prosesi pemberkatan usai dilanjutkan dengan Misa Kudus. Misa Kudus dipimpin langsung oleh yang mulia Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP didampingi pastor selebran pastor Rusli. Bupati Sekadau dan sejumlah kepala SKPD yang mendampingi Bupati juga ikut dalam perayaan ekaristi kudus itu.

Pada kesempatan itu juga bupati Rupinus dan para kepala SKPD menerima komuni kudus bersama umat stasi Jangka Riam dari uskup dan Pastor Rusli. Misa kudus berlangsung kurang lebih 2 jam.

Selesai misa kudus dilanjutkan dengan acara serimonial, ramah tamah dan makan siang bersama.

Ketua Panitia pembangunan Gereja Katolik dalam laporannya mengatakan gereja Katolik jangka riam ini bangun sudah lama yakni sejak tahun 1998.

Perjuangan membangun gereja katolik yang berukuran 9 x 6 ini cukup panjang. “Beberapa kali dan beberapa tahap kami kumpulkan dana dari umat untuk berdirinya gereja ini, kami mengumpulnya mulai dari 30.000 per kk, 50 ribu per KK dan 20 ribu dari anak anak muda dan remaja katolik. Bahan-bahannya seperti kayu balok kami kumpulkan dari setiap umat, dana yang kami kumpulkan untuk bayar tukang, tapi pengerjaan yang bisa dilakukan oleh umat, kami lakukan secara swadaya.

Dan pada tahun 2016 Gereja Kami mendapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Sekadau sebesar Rp 40.600.000. Terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sekadau, melalui bantuan Pemda Sekadau ini gereja kami bisa kami selesaikan meskipun masih banyak kekurangan. Gereja kami ini sangat sederhana, tetapi yang penting umat disini bisa berkumpul memuji dan memuliakan nama tuhan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sekadau Rupinus mengatakan Pemerintah Kabupaten Sekadau mendukung pembangunan tempat ibdah di kabupaten Sekadau seperti gereja, masjid dan rumah ibadah lainnya.

“Kita mendukung dan menyambut baik pembangunan tempat ibadah di kabupaten Sekadau,” papar Bupati.

Bupati berpesan, supaya gedung gereja Katolik yang baru saja diresmikan dan diberkati oleh Uskup Keuskupan Sanggau ini dipelihara dan dirawat dengan baik dan sungguh sungguh karena membangun itu gampang tetapi merawatnya susah.

“Untuk itu diperlukan kekompakan dan kebersamaan umat dalam menjaga dan merawat bangunan gereja yang menjadi kebanggaan umat Katolik di Stasi Jangka Riam” ujarnya.

Bupati Rupinus mengingatkan bahwa  kehadiran gedung gereja ini dapat meningkat iman dan rasa persaudaraan yang tinggi dengan semua orang.

“Terima kasih atas pembinaan yang diberikan oleh bapak uskup, terima kasih juga kepada pastor paroki yang telah memberikan pembinaan kepada umat sehingga pembangunan gereja ini bisa selesai.

Terima kasih juga atas partisipasi umat Katolik Jangka Riam dalam mewujudkan pembangunan gereja.
Sementara itu dalam sambutannya Uskup Keuskupan Sanggau Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP memberikan apresiasi umat Katolik Stasi Jangka Riam yang sudah berhasil membangun gereja yang cukup megah ini.

“Umat Katolik di Stasi Jangka Riam sudah berhasil membangun gedung gereja yang bagus, hal ini mencerminkan iman umat Katolik Jangka Riam akan tuhan sudah semakin baik dan berkembang,” ujar dia.

Menurut Uskup asal Italia ini gereja yang dibangun dengan susah payah oleh umat Katolik Jangka Riam ini melambangkan bukti umat mencintai dan dekat dengan Tuhan, bukti kebaktian umat kepada Tuhan dan bukti perutusan umat kepada Tuhan. “Apa guna mendririkan gereja yang sudah megah kalau tidak digunakan untuk sembahyang. Umat mendirikan gereja ini bukti umat mencintai Tuhan, untuk itu gereja ini harus diisi dengan kegiatan-kegiatan rohani,  bila mana ada masalah, ajak umat berdoa di gereja,” pesan Uskup. Menurut uskup gereja Jangka Riam ini merupakan gereja ke-7 yang diresmikan pada tahun 2019 di keuskupan Sanggau. Dan sudah 888 gereja Katolik di keuskupan Sanggau yang diresmikan oleh uskup Yulius Mencucini selama 29 tahun menjadi uskup di keuskupan Sanggau (Sutarjo)