Yohanes Rumpak Hadiri Gawai Dayak di Kambong

472
Yohanes Rumpak Saat Menghadiri Gawai Dayak di Sekubang, Senin (3/6)

SINTANG I SenentangNews.com- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat terpilih Yohanes Rumpak mengajak seluruh masyarakat untuk bisa melestarikan kebudayaan yang sudah diwariskan oleh leluhur. Upaya menjaga dan melestarikan kata Yohanes  tidak hanya memperingati kebudayaan tersebut acara semata tetapi juga bisa menurunkan apa yang sudah menjadi kebudayaan kepada anak cucu kita.

“Gawai Nyelepat Taun ini adalah bagian yang sangat penting dalam hidup kita, karna kita sudah mendapatkan banyak hal baik selama satu tahun yang lalu,”kata Yohanes saat menghadiri
Gawai Dayak Nyelepat Taun di Dusun Kambong Desa Sekujam Timbai Kecamatan Sepauk, Senin (03/06/2019) kemarin.

Menurutnya gawai yang dilaksanakan ini merupakan wujud untuk menyiapkan diri untuk tahun-tahun kedepan sehingga bisa disajikan lebih meriah lagi.

“Behuma bulieh padi, bedagang bulieh besi, gerai nyamai gayu nyilu tentu makna ini sangat relevan dengan keadaan yang kita inginkan kedepannya,”jelas Yohanes.

Pada saat bersamaan, Yohanes juga meresmikan keberadaan sekolah adat Kambong. Sekolah adat ini merupakan sekolah adat pertama di Sintang. Sekolah adat ini diinisiasi untuk menjadi wahana pelestarian dan transfer knowledge terkait adat istiadat dalam komunitas masyarakat adat Kambong. Sekolah adat ini merupakan kerjasama antara masyarakat adat Kambong dengan Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN).

“Kampung kita ini sudah berubah, dulu kita punya rimba sekarang hanya Padang ilalang. Kita juga harus menyadari bahwa perubahan itu kitalah yang menjadi penyebab utama perubahan, kekurangan kita. Untuk itu keberadaan sekolah adat jadi sangat penting, kita bekerjasama untuk menegakkan kembali kearifan lokal yang kita miliki,” bebernya.

Hipolotus Januar Pogo selaku inisiator sekaligus ketua pelaksana Sekolah Adat Kambong menyebutkan bahwa sekolah ini akan menjalankan 4 mata pelajaran pada kurikulum awalnya.

“Pengetahuan tentang Tradisi lisan, pengobatan tradisional, seni anyam dan seni musik. Kita sudah bersepakat dengan para tetua adat di Kambong untuk menyediakan materi bahan ajar, yang kemudian akan kita susun sedemikian rupa agar mudah diajarkan dan dipraktikkan oleh siswa-siswa di sekolah adat, yang notabene mereka berusia rata-rata belum ada 17tahun,” katanya lagi.

Ketua Panitia, Nila menyampaikan bahwa acara gawai ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh masyarakat adat Kambong.

“Kegiatan ini gawai yang kelima, tahun ini kami ada acara seminar, acara nonton dan diskusi film budaya dan ritual Ngamiek Semengat Padi dan pesta gawai,” terangnya lagi. (Evy)