Sekilas Info

Polres Sintang Bersama Tim Gelar Razia PETI, 16 Mesin PETI Dimusnahkan

SINTANG | SenentangNews.comTak ditemukannya satupun pekerja PETI, lanjutnya, dikarenakan para pekerja PETI tersebut sudah begitu hafal lokasi disana sehingga membuat pihaknya kesulitan terlebih lagi medan yang dilalui cukup sulit. Akan tetapi, ia memastikan bahwa tak ada kebocoran informasi pada giat penertiban tersebut hal itu dapat dilihat dari mesin yang masih dalam kondisi hidup yang menandakan bahwa ada aktivitas PETI saat itu.

SINTANG | SenentangNews.com – Kepolisian Resort (Polres) Sintang dengan tim terpadu melakukan penertiban dan penegakan hukum Penambangan Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran sungai Kapuas dan sungai Melawi, Senin (27/3).

Sebanyak 130 personil dari Polres Sintang dan tim gabungan turun langsung ke lapangan unntuk melakukan penertiban dan penegakan hukum PETI di wilayah tersebut. Hanya saja, meski alat untuk melakukan PETI masih dalam kondisi hidup yang artinya ada aktivitas PETI yang dilakukan, tim gabungan tak ada menemukan satupun pekerja PETI ditempat tersebut.

Kabag Ops Polres Sintang, Kompol Edi Haryanto yang memimpin kegiatan penertiban tersebut mengatakan pihaknya tak akan hanya bekerja hingga pada penertiban saja tetapi juga akan pada tindakan lanjut yaitu penegakan hukum yang nantinya bertujuan agar kegiatan PETI ini dapat dihentikan.

“Bukan hanya pekerja PETI saja, kita akan melakukan pendalaman terhadap rantaian kegiatan ini mengingat rentetannya untuk mencapai cukong besar cukup sulit. Beberapa waktu lalu, dari pengepulnya kita mengamankan barang bukti yang cukup besar hanya saja untuk mencapai ke cukong besarnya kita tidak menemukan bukti,” ujarnya ketika ditemui di Lobby PNC Polres Sintang, Rabu (29/3).

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dilakukan secara kontinu di beberapa tempat yang berbeda dengan waktu penertiban yang tak akan diketahui.

“Ini tindak lanjut dari Kapolda Kalbar, kita melakukan penertiban dan penegakan hukum dengan sinergitas baik POLRI, TNI maupun Pemerintah Kabupaten Sintang. Penertiban ini akan dilakukan secara kontinu, bahkan bisa saja seminggu sekali dan tidak hanya satu tempat,” ujarnya ketika ditemui di lobby PNC Polres Sintang, Rabu (29/3).

Tak ditemukannya satupun pekerja PETI, lanjutnya, dikarenakan para pekerja PETI tersebut sudah begitu hafal lokasi disana sehingga membuat pihaknya kesulitan terlebih lagi medan yang dilalui cukup sulit. Akan tetapi, ia memastikan bahwa tak ada kebocoran informasi pada giat penertiban tersebut hal itu dapat dilihat dari mesin yang masih dalam kondisi hidup yang menandakan bahwa ada aktivitas PETI saat itu.

“Sebelum penertiban, kami melakukan pemantauan dengan menggunakan Drone untuk memudahkan kami mencari lokasi dimana aktivitas PETI berlangsung. Saat kami datangi, sudah tak ada ditemukan pekerja lagi, kami hanya menemukan mesin yang masih dalam kondisi hidup dan langsung pemusnahan. Ada 16 mesin yang kami tenggelamkan bahkan kami bakar saat itu sehingga mereka tidak lagi melakukan aktivitas PETI,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Sintang, AKBP Suharjimantoro saat memberikan arahan kepada anggota sebelum penertiban tersebut menghimbau agar masyarakat agar tak lagi melakukan aktivitas PETI baik di darat terlebih lagi di sungai mengingat aktivitas tersebut hanya memberikan dampak positif pada sejunlah orang namun dampak negatif bagi banyak orang.

“Aktivitas PETI yang dilakukan di aliran sungai sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat terlebih lagi masih banyak masyarakat yang kehidupannya sangat bergantung pada sungai. Jika PETI dilakukan di aliran sungai, maka dampak yang paling jelas adalah tercemarnya lingkungan dan rusaknya ekosistem sungai. Bukan berarti, aktivitas PETI di darat tidak ada dampak negatifnya juga, jadi sebisa mungkin hentikan kegiatan PETI,” tukasnya. (uli)