Sekilas Info

Satukan Persepsi, Kabupaten Sintang Gelar Musrenbang

SINTANG | SenentangNews.com

SINTANG | SenentangNews.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengajak untuk menyatukan persepsi tentang berbagai masalah yang ada di Kabupaten Sintang. Hal itu diungkapkannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila, Rabu (15/3).

Ia mengatakan ada banyak pemasalahan di Kabupaten Sintang yang hingga saat ini masih menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sintang seperti masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Sintang yang saat ini mencapat 36 ribu jiwa, ketahanan pangan yang rendah, kurangnya tenaga pendidik dan masih rentannya masyarkaat terhadap suatu penyakit serta permasalahan lainnya.

“Masalah paling serius terlihat di bidang infrastruktur jalan dan jembatan. Rusaknya ja;an maupun jembatan yang tak fungsional dengan baik tentu dapat mengganggu mobilitas orang maupun barang. Kita harus mampu melihat celah untuk menyelesaikan permasalahan ini, salah satunya adalah dengan kegiatan musrenbang ini,” ujarnya.

Ia juga mengatakan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) tahun 2018 merupakan RKPD tahun ketiga RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Sintang periode 2016-2021. Untuk itu, sudah semestinya substansi RKPD tahun 2018 memuat berbagai kebijakan dan strategi untuk mempercepat pelaksanaan prime mover pembangunan daerah Kabupaten Sintang.

“Tahun ke-3 RPJMD kita sebut sebagai tahap percepatan, artinya melakukan optimalisasi terhadap seluruh program dan kegiatan yang menjadi fokus pembangunan daerah. Adapun fokus pembangunan daerah kita, yang saya sebut sebagai prime mover pembangunan ada tujuh yaitu membangun Kabupaten Sintang dari pinggiran, penataan dan pemekaran wilayah, melakukan hilirisasi produk, meningkatkan aksesibilitas terhadap sumber daya listrik, menangani kegawatdaruratan infrastruktur serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,”ujarnya.

Ia mengatakan jika konsisten dengan filosofi otonomi daerah yaitu bringing the state closer to the people atau mendekatan pemerintahan kepada masyarakat, maka dalam menyurun rkpd tahun 2018, ada empat aspek yang harus kita pastikan untuk dilakukan.

“Pertama, apa yang kita lakukan harus konsisten dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, apa yang akan kita lakukan, merupakan kelanjutan dari yang sudah kita kerjakan sebelumnya. Ketiga, apa yang hendak kita kerjakan, dipastikan adanya sumber pembiayaan untuk mewujudkannya. Keempat, apa yang kita kerjakan harus dijiwai sinergisitas, baik antar jenjang pemerintahan di pusat, provinsi, kabupaten dan desa, maupun antara pemerintah dengan komponen civil society. Dengan demikian, seluruh energi pembangunan dapat dihimpun dan didayagunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah pembangunan yang kita hadapi,” jelasnya.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Robertus Isdius yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat mengharapkan agar musrenbang Kabupaten Sintang bisa merancang rencana pembangunan sesuai prioritas yang ingin dicapai pada Tahun 2018.

“Mari kita menjadi aparatur sipil negara inovatif dan kreatif supaya tugas dan pekerjaan menjadi efektif. Laksanakan pekerjaan sesuai aturan supaya terhindar dari kesalahan yang terjadi. Segera dikoordinasikan dan diintegrasikan kegiatan pembangunan yang bisa dibiayai oleh Pemprop Kalbar dan Pemerintah Pusat. Kepada semua pihak, berikan saran dan masukan terhadap rencana pembangunan yang akan disusun nanti. Susun perencanaan dari bawah ke atas, jangan dari atas ke bawah,” tukasnya. (dky/uli)