Sekilas Info

Bejang: Jangan Sampai Korban Bertambah

Dewan Prihatin Rabies “Makan Korban”

Harjono Bejang

SINTANG | SenentangNews.com- Anggota DPRD Kabupaten Sintang Harjono Bejang mengaku prihatin dengan ditemukanya 2 korban meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies di Desa Abai Kecamatan Kayan Hulu belum lama ini.

Menurutnya kasus rabies yang memakan korban harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak terjadi kasus yang sama.  “Saya pribadi prihatin atas meninggalnya dua warga Kayan Hulu. Ini menjadi perhatian kita bersama,”kata Harjono Bejang, Senin (6/3).

Menurutnya, kurangnya kesadaran masyarakat cukup memprihatinkan. Seharusnya, meski luka yang disebabkan gigitan hewan hanya berupa goresan kecil, korban yang digigit tetap harus segera mendapatkan pengobatan dengan datang ke tempat pelayanan kesehatan dan secepatnya diberikan vaksin anti rabies (VAR).

“Meskipun belum terbukti tertular penyakit rabies, tetap harus diberikan VAR. Pasalnya, untuk gejala rabies ini memang tidak akan langsung terlihat. Membutuhkan waktu inkubasi selama dua tahun, barulah korban gigitan bisa dijamin bebas dari rabies.”katanya.

Diakui Bejang memang Kayan Hulu dengan banyaknya warga yang memelihara anjing khususnya yang tinggal di Desa Abai ini menurutnya merupakan kebiasaan memelihara anjing bagi sebagian besar warga hanya untuk dijadikan penjaga.

“Kita akui memang disana banyak anjing, karena anjing yang dipelihara masyarakat selain untuk menjaga rumah juga untuk berburu, karena kalau desa dalam keadaan sepi seperti ini, rawan terjadi pencurian dan sebagainya,”katanya.

Untuk itu Politisi Golkar asal Kayan Hulu ini pun meminta instansi teknis seperti Dinkes Sintang untuk melakukan penanganan segera.

"Saya rasa Dinkes Sintang harus mengambil langka untuk penanganan ekstra kepada pasien yang terkena gigitan anjing di desa Abai. Ini dilakukan supaya tidak ada lagi korban yang bertambah," jelasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Sintang dr Harysinto Linoh membenarka bahwa dua korban asal Kayan Hulu jadi korban gigitan anjing lia. Pada saat terkena gigitan lanjut Sinto korban tidak segera melakukan pengobatan ke Puskesmas setempat.

“Karena satu korban sudah terinveksi virus rabies saat dibawa ke puskesmas, oleh pihak puskesmas dirujuk ke RSUD M Djoen Sintang untuk mendapat pertolongan, namun ternyata korban tidak tertolong untuk mendapat pertolongan, sementara yang satunya meninggal dunia di desa Abai, belum lama ini,” jelas Sinto, Minggu (5/3) kemarin.

Sinto menjelaskan, jika korban gigitan anjing liar langsung dibawa ke puskesmas untuk dilakukan vaksinasi, kemungkinan tidak akan meninggal dunia. Karena korban tidak melaporkan atau tidak memeriksa luka gigitan ke Puskesmas setempat dan hanya dilakukan pengobatan sendiri hingga luka mengering, namun setelah beberapa bulan korban baru merasakan gejala rabies.

“Setelah mendapatkan laporan jika ada korban rabies beberapa hari  yang lalu, kami langsung melakukan survei langsung kelokasi, untuk mengetahui sejauh mana penyebaran rabies di Desa Abai,” ucap Sinto.(bny)