Sekilas Info

PT PHS Harus Ikuti Perda

SEKADAU | SenentangNews.com - Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (PPMKS) Milik PT. Permata Hijau Sarana (PHS) di desa Merapi kecamatan Sekadau Hilir dinilai melangar Perda 2 tahun 2015 Tentang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pasalnya sesuai aturan dalam Perda Kabupaten Sekadau tentang IMB, jarak bangunan atau bangunan industri apalagi Pabrik jaraknya minimal 100 meter dari bibir sungai.

Namum pada kenyataan, banyak sekali bangunan milik swasta melangar ketentuan tersebut, padahal sudah jelas melanggar aturan. Tapi kenapa IMB bisa terbit,kata Sudarno sekretaris Gerakan Nasional Pencegah Korupsi Repbulik Indonesia (GNPK-RI) kabupaten Sekadau ditemui kemarin.

Padahal menurut dia, sebelum IMB diterbitkan tim ahli dari berbagai instansi terkait sudah mengecek kelapangan mengenai kelayakan tempat untuk mendirikan bangunan, anehnya walau berada di tepi sungai kapuas namum bangunan masih bisa berdiri.

Apalagi bangunan tersebut pabrik yang notabenenya memgeluarkan limbah yang dapat menbahayakan warga yang tingal dibantaran Sungai, kalau kolam limbahnya bocor atau merembes, katanya.

"Sesuai aturan setiap bangunan harus ada jarak tertentu dari tepi. sungai, itulah gunanya tim ahli, supaya melihat kelayakan bangunan sebelum dikeluarkan IMB,"terangnya.

Namun kenyataanya berbanding terbalik, semuanya boleh dan sudah diberikan ijin. Walau melanggar Perda itu sendiri. Hal ini perlu di tindaklanjuti, atau Perda tersebut di tinjau kembali.

"Apa gunanya dibuat aturan kalau si pembuat aturan itu sengaja melanggar, padahal untuk menbuat produk hukum Pemda merogoh kantong ratusan juta rupiah, namun ujung-ujung juga orang Pemda itu sendiri yang melanggarnya," pungkasnya (tjo)