Sekilas Info

Syahroni Geram, SKPD Tak Hadir di Musrembang Kecamatan Dedai

Syahroni

SINTANG | SenentangNews.com- Anggota DPRD Sintang Syahroni menyayangkan banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak hadir dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) 2018 kecamatan Dedai.

“Dari sekian banyak SKPD, hanya sedikit yang hadir. Itu yang sangat kita sayangkan,” kesal Syahroni saat diwawancarai oleh media usai Musrenbang tingkat Kecamatan Dedai yang digelar di balai pertemuan kecamatan, Selasa (14/2).

Kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan ini dihadiri oleh 31 perwakilan kepala desa yang ada di Kecamatan Dedai, tersebut selain dihadiri pihak kecamatan dan anggota DPRD lainnya berjalan dengan lancar.

Politisi PKB ini berharap, pada Musrenbang yang akan datang, SKPD terkait dapat ikut serta. karena banyak keluhan dari kelurahan dan desa yang mesti diakomodir oleh dinas.

“Ini terkait kehadiran SKPD teknis yang boleh dikatakan nihil. Sampai akhir acara hanya perwakilan dari bapedda, pendidikan serta PPL. Sementara kehadiran dinas PU tidak ada sama sekali,”kesalnya.

Ia menuturkan, dalam Musrenbang 2018 ini, sebagian besar usulan masing-masing desa yang disampaikan terkait infrastruktur jalan dan jembatan kalau tidak ada penjelasannya. “Bagaimana program ini bisa berjalan dengan baik kedepannya sementara kehadiran SKPD teknis seperti dinas PU tidak ada. Ini kan perencanaan,”katanya.

Menurutnya, permasalahan ini harus diperhatikan karena musrenbang merupakan kegiatan yang sangat penting, hasilnya yang seharusnya menjadi program yang akan dilaksanakan, dengan adanya musrenbang, bisa mengetahui apa saja yang diperlukan masyarakat di tingkat desa, kecamatan bahkan kabupaten.

“Kita minta bupati menegur keras anak buahnya. Katanya mau menciptakan pemeintahan yang baik. Bagaimana mau baik kalau dari perencanaan ini SKPDnya tak ada,”jelasnya.

Menyikapi sepinya kehadiran dinas terkait, Kedepan kata Syahroni pihanya akan menggelar rapat dengan bappeda untuk mebahas hal tersebut.“Akan kita rapatkan terutama dengan Bappeda menyikapi ini, karena ini murni usulan masyarkat dari bawah,”ucapnya.(bny)