Sekilas Info

Pedagang Tradisional Menjerit

Pemberian Ijin Indomarer dan Alfamart di Sekadau Distop

SEKADAU | SenentangNews.Com-Menyoroti maraknya perusahaan Dagang (PD) yang berlogo Indomaret dan Alfamart yang akhir-akhir ini kian menjamur di kabupaten sekadau, Sehinga menjadi pertanyaan berbagai kalangan termasuk diantaranya salah seorang anggota DPRD sekadau Yodi Setiawan kemarin.

Ia menpertanyakan regulasi perizinan sehinga menjamurnya Alfamart dan Indomaret sekadau, padahal dengan berdirinya indomaret dan alfamart  bisa mematikan langkah para pelaku usaha kecil menegah (UMKM) yang banyak dikelola oleh masyarakat lokal.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan visi dan misi Kabupaten Sekadau yang berbunyi Maju Mandiri dan Demokartis, yang dalam wujudnya tentu pemegang kebijakan tentu menbuat masyarakat sekadau mandiri dalam berbagai usaha, termasuk dalam usaha kecil menengah yang sangat perlu dibina dan diperhatikan secara khusus, kataYodi

“Perekonomian masyarakat baik yang besar ataupun yang kecil yang sebenarnya perlu dibinaadalah para pelaku usaha kecil dan menengah sebab para pelaku usaha besar tidakperlu dibina lagi karena telah memiliki modal yang besar dan jangkuanyapunsudah cukup luas, sehinga pemerintah hanya menpermudah izin saja.

Tetapi kalauUMKM masih harus dibina, tapi kalau sudah muncul usaha-usaha seperti indomaret dan alfamart, akan hidup dan berkembangkah para usaha kecil,”kata Yodi menpertanyakan.

Lagislator muda dari Partai Grindra ini meminta Pemerintah daerah berkaitan dengan hal initidak boleh lalai melihat persaingan usaha di yang tidak berimbang, khususnya para pelaku usaha yang menjual sembilan kebutuhan pokok dipasar untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Sehinga dengan maraknya keberadaan indomaret dan alfamart banyak para pelaku usaha kecil dan menengah yang tutup akibat tidak mampu bersaing,padahal para pedagang kecil ini hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka bukan untuk mencari makan untuk kebutuhan sehari-hari,’ ungkap Yodi

Kedepan lanjutnya, bahwa nantinya para pelaku usaha kecil dan menengah yang tidak mampu bersaing akan menjadi beban pemerintah sebab mereka bisa kehilangan lapangan pekerjaan akibat ketidak mampuan bersaing karena sekarang sudah mulai terlihat banyak pelaku usaha kecil yang gulung tikar akibat tidak ada konsumen,kritik Yodi.

Sementara itu kepala dinas Perdagangan dan Industry dan Koprasi (prindagkop)Drs, Heronimus mengakui untuk indomaret ada sembilan buah sedangkan alfamart ada tujuh buah untuksekadau.

“Sedikit banyak pasti ada pengaruh terhadap UMKM namum,karena warga kita gengsinya tinggi beli minum satu kaleng harus ke indomaret atau alfamart,itu lah pengaruhnya terhadap UMKM.

Disisi lain juga, di tempat tempat seperti itu barang-barangjuga tidak lengkap, jadi tentu masyarakat masih menoleh ke pedagang-pedagangkecil,katanya lewat telpon selullernya kemarin (tjo)