Warga Diminta Tidak Mudah Percaya, Penipuan Berkedok Telpon Dari Polres Sekadau

308

teleponSenentang news– Penipuan mengatas namakan pejabat kembali marak terjadi tidak hanya pejabat di kota besar, Kali ini dialami Sekretaris Daerah (Sekda) Sintang H  Zulkifli HA M Si. Ia ditelepon orang yang yang mengatas namakan Kapolres Sekadau.

Sekda menceritakan kejadian ini terjadi selasa (4/2)sekitar pukul 01.00 Wib.pada saat itu pihak keluarga sekda didatangi  warga. Warga tersebut tidak lain adalah tetangga Sekda. Warga tersebut mengaku ditelpon seseorang yang mengatas nakaman Kapolres Sekadau mendesak warga untuk meminta nomor Sekda.

“Pada saat itu saya tidak dirumah. Saya sedang menghadiri Acara Pembukaan Intermadite Training HMI di Cadika. Tetapi oleh orang rumah orang yang datang langsung diberi nomor saya,” cerita Sekda.

Tidak lama kemudian Sekda ditelpon seseorang. Orang tersebut mengatas namakan Kapolres Sekadau. Orang tersebut mendesak Sekda Sintang untuk memberika nomor Bupati dan Wakil Bupati Sintang.

Sekda sendiri pada awalnya tidak terlalu menghiraukan, namun penelepon tersebut terus menghubunginya. “Saya sampai pusing ditelpon terus,orang tersebut mengatas nakanamakan Kapolres Sekadau Pak Rahmad namanya,” kata dia.

Sekda sendiri sudah sejak awal sudah curiga pasalnya, Naman Kapolres Sekadau bukanlah Rahmad. Karena tidak dihiraukan sekda, Penelepon tersebut  kembali menelepon. Kali ini ia menggunakan nomor baru dengan mengatasnakaman ajudan Kapolres Sekadau.

Orang tersebut mendesak sekda untuk mengirim nomor Wakil Bupati Sintang.
Merasa risih terus mendapat telpon. Sekda lantas melaporkan kejadian ke Wakapolres Sintang. Atas laporang tersebut Polres Sintang langsung melakukan penyelidikan.Walhasil Polres menahan dua orang. Namun ketika diintrogasi ternyata yang ditanggkap Polisi adalah warga yang meminta nomor sekda. Akhirnya orang tersebut dilepas kembali.

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Alber Manurung membenarkan bahwa ada seseorang yang mengatasnamakan Kapolres Sekadau menelepon Sekda Sintang.

“Iya semalam ada laporan dari sekda. Beliau ditelpon orang tak dikenal mengatasnakaman kapolres Sekadau,” kata dia.

Alber menegaskan, jika ada masyarakat yang sudah menerima telepon seperti itu berarti hal tersebut bagian dari aksi penipuan. Penipuan atas nama polisi sejatinya merupakan modus lama yang sewaktu-waktu digunakan oleh pelaku kejahatan. Biasanya pelaku menelpon seseorang dan menuntunnya agar memberinya imbalan uang agar kasusnya tidak dilanjutkan. (bny)