Sekilas Info

Harga TBS Sawit Naik, Sayangnya Infrastruktur Jalan Masih Hancur

SINTANG | SenentangNews.com-Terhitung awal bulan Mei 2016 ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit bertengger dilevel Rp. 1.615,19 per Kilogram. Harga yang cukup baik, meski belum mencapai harga tertinggi yang pernah dialami para petani saat mencapai Rp. 1.800,- hingga Rp. 2.000,-Sayangnya, kondisi harga yang membaik ini belum diukung oleh kondisi jalan yang kebanyakan rusak parah. Kasihan juga para petani yang berada di Desa Nanga Ketungau dan di Desa Setungkup, karena harus melalui jalan di Dusun Pedadang. Di Pedadang, kendaraan angkutan sawit harus antri berjam-jam karena jalan rusak,” ucap pria yang juga pengurus disebuah Koperasi Petani Sawit ini.

SINTANG | SenentangNews.com-Terhitung awal bulan Mei 2016 ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit bertengger dilevel Rp. 1.615,19 per Kilogram. Harga yang cukup baik, meski belum mencapai harga tertinggi yang pernah dialami para petani saat mencapai Rp. 1.800,- hingga Rp. 2.000,-

Menurut seorang petani sawit di Binjai Hulu, Salmon (29), kepada SenentangNews, Senin (2/5/2016) itu harga yang diterima oleh pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) milik PT. Bonti Permai di Mensiku Jaya. PMKS PT Bonti pun sudah dapat beroparasi penuh, tidak seperti dua bulan belakangan ini yang hanya beroperasi 15 hari dalam sebulan.

Sayangnya, kondisi harga yang membaik ini belum diukung oleh kondisi jalan yang kebanyakan rusak parah. Kasihan juga para petani yang berada di Desa Nanga Ketungau dan di Desa Setungkup, karena harus melalui jalan di Dusun Pedadang. Di Pedadang, kendaraan angkutan sawit harus antri berjam-jam karena jalan rusak,” ucap pria yang juga pengurus disebuah Koperasi Petani Sawit ini.

“Bagi petani diperkebunan yang menggunakan pola Inti-Plasma, kenaikan harga TBS dapat langsung dirasakan. Berbeda dengan dengan diperkebunan yang menggunakan pola Kemitraan, yang penghasilannya selalu tidak jelas,” pungkas Salmon.

Sementara itu Anggota DPRD Sintang Liyus mendorong pemerintah daerah untuk terus berupaya memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan di pedesaan. "kasihan para petani sawit ketika harganya membaik tapi jalannya hancur,"Katanya.

Sementara itu, mengenai kebijakan yang menyatakan tak memberikan izin pembangunan perkebunan kelapa sawit yang baru, ia mengatakan memberikan dukungan penuh. Namun, kata Liyus Pemkab perlu menyelamatkan perkebunan sawit masyarakat yang ada saat ini, karena tak mungkin kebun sawit tersebut dimusnahkan.

"Atas dasar pemikiran membantu perekonomian warga yang sudah mempunyai lahan perkebunan sawit, kita perlu mengkaji pendirian atau pun saat memberikan izin bagi pabrik baru di beberapa titik lagi beroperasi. Tentu kebijakan tersebut, lanjutnya, harus dikaji dengan baik dan yang paling penting paradigmanya dalam rangka membantu, menjaga serta meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya mereka yang selalu terjepit harga jual buah sawit.(lcs/red)