Sekilas Info

Andri Mahasiswa PGSD Raih IPK Tertinggi Wisuda STKIP Persada Khatulistiwa

SINTANG| SenentangNews.com-Selain mendapatkan IPK tertinggi dalam masing-masing Program Studi, For Andiana dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) merupakan lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 22 hari. Sementara Peby Sukma Martina merupakan lulusan termuda dengan masa studi pada usia 20 tahun 24 hari.Menurut Refael Sarjana yang melekat padi diri lulusan harus mampu diterapkan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarak dimanapun nanti berada.

SINTANG| SenentangNews.com-Dari 369 Sarjana yang mengikuti prosesi wisuda ke VI STKIP-Persada Khatulistiwa Tahun 2016 di Gedung Serbaguna pada Sabtu (27/2), terdapat lima lulusan terbaik. Mereka masuk katagori Cum Laude Karena mendapatkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) diatas 3,50 dengan masa studi dibawah empat tahun.

Kelima lulusan terbaik itu berasal dari masing-masing lima Program Studi yang berbeda. Mereka adalah  Andri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memperoleh IPK  3,93 lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Berikutnya Veronika Minarti Dari Program Studi Biologi memperoleh IPK 3,80. Selain itu, Nanta Dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Memperoleh  IPK 3,86. Sementara, Rini Rahmawati dari Proram Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi memperoleh IPK 3,86. Sedang Martinus Anas dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan meraih IPK 3,68.

Selain mendapatkan IPK tertinggi dalam masing-masing Program Studi, For Andiana dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) merupakan lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 22 hari. Sementara Peby Sukma Martina merupakan lulusan termuda dengan masa studi pada usia 20 tahun 24 hari.

Dalam sambutannya Ketua STKIP Persada Khatulistiwa mengingatkan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STKIP Persada Khatulistiwa, bahwa tanggung jawab sosial mulai diemban saat predikat sarjana diberikan.

Menurut Refael Sarjana yang melekat padi diri lulusan harus mampu diterapkan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarak dimanapun nanti berada.

“Untuk Itu kepada sarjana yang lulus pada hari ini dapat jujur dan memiliki sikap yang baik. Ilmu yang sudah kalian dapatkan dikampus kiranya dapat diterapkan dimanapun kalian berada, milikilah jiwa melayani bukan dilayani,”kata Refael.

Jika saat masih kuliah, kata Refael mahasiswa mengemban tanggung jawab pada tugas dan mata kuliah saja, maka setelah bergelar sarjana, tanggung jawab yang diemban akan bertambah, yakni tanggung jawab sosial dan kemasyarakatan.

“Saya berharap semoga 369 lulusan ini bisa bersaing dengan lulusan dari luar. Tunjukan bahwa kalian mampu bersaing,”harap Refael.(bny)