Sekilas Info

Halal Bi Halal Warga Pantura di Sintang, Perkuat Silaturahmi Bangun Kekompakan

main-Halal-Bihalal-Maaf-Maafan-Lebaran1SINTANG | SenentangNews.com- Ikatan Keluarga Besar Pantai Utara (IKBPU) Kabupaten Sintang menggelar halal bi halal, Minggu (9/8). Acara yang digelar setahun sekali tersebut selain melepas rindu masyarakat pantura di perantauan juga sebagai sebagai ajang mempererat tali sulaturrahmi antarsesama masyarakat pantura.

Tak hanya warga pantura asal Sintang, warga pantura yang ada diKabupaten Melawi, Singkawan dan Bengkayang juga ikut datang. Membaur bersama IKBP Sintang Sama-sama hadir menyemarakkan halal bi halal.

Saritilawah Al-quran menjadi tanda pembuka acara yang di gelar setahun sekali tersebut. Dalam halal bi halal itu juga hampir seluruh warga pantura memboyong anggota keluarga hadir ke acara bi halal.

Bila suami asal pantura maka istri ikut mendampingi. Begitu sebaliknya. Dan, seluruh komunikasi dalam rangkaian acara menggunakan bahasa Melayu Sambas. Mulai laporan ketua panitia, sambutan ketua umum IKBPU serta tausiyah, termasuk sekapur sirih Sultan Sintang HRM Ikhsani Perdana Ismail Tsafioeddin. Dimana ibu kandung Sultan Sintang merupakan adik dari Sultan Sambas.

Ketua panitia IKBPU Kabupaten Sintang Helmi mengatakan momentum halal bi halal seutuhnya menjadi kesempatan setahun sekali untuk berkumpul. Rasa kebersamaan menjadi modal kuat warga pantura diperantauan. Halal bi Halal merupakan wadah untuk mengikatnya. Karena itu, lanjut dia, silaturahmi mesti selalu dijaga.

"Berkumpul dalam halal bi halal sudah menjadi agenda tahunan. Sarana silaturahmi menjaga persaudaraan,"kata Helmi

Helmi menambahkan, banyak pola IKBP dalam memperekat kebersamaan selain melalui halal bi halal. Dimana warga pantura juga kerap berkumpul dengan menggelar arisan tetap.

“Kemudian membentuk koperasi. Koperasi yang dikelola, kini modal serta asetnya senilai lebih Rp 600 juta. Bahkan sudah mampu membantu pembelian sepeda motor bagi anggota.,”ucapnya.

Sementara Ustad Mulyadi, dalam tausiyahnya menjabarkan, memperkuat agama merupakan benteng utama agar tak terbawa pengaruh kesombongan. Perbanyak amal ibadah dengan tidak terlena kehidupan duniawi. Pasalnya ajal kapan menjemput tidak memandang usia.

"Mari kita pertebal amal soleh. Ajal bisa menjemput tanpa mengenal umur, dan tak pernah diketahui kapan datangnya," kata salah seorang hafidz Al-Quran di Sambas ini.(anw/red)