Sekilas Info

Dua Tahun Kasus Buluh Kuning – Nanga Pari Menggantung

Mateus: Mungkin Harus Lapor Ke Mabes Polri Atau Menko Polhukam

Satu Dari Sekian Banyak Titik-Titik Kerusakan Antara Buluh Kuning - Bedayan Di Ruas Buluh Kuning - Nanga Pari. Foto Adrianus Somek.

SINTANG | SenentangNews.com – Sudah hampir dua tahun hasil audit dan penyelidikan proyek ruas jalan Buluh Kuning – Nanga Pari Tahun Anggaran 2021 di Kecamatan Sepauk seakan menguap begitu saja. Menurut pemuka masyarakat desa Nanga Libau Mateus (56) ada dugaan kasus ini sengaja digantung-gantung, sementara itu warga sepanjang ruas tersebut menderita.

Mateus, Pemuka Masyarakat Desa Nanga Libau Kecamatan Sepauk.

Ditambahkan Mateus, dirinya memperoleh informasi bahwa kasus ini masih terus ditangani aparat penegak hukum (APH). Di sisi lain ada pula yang mengisukan bahwa kasus ini sudah selesai di bawah tangan. Sebetulnya warga siap untuk mendampingi APH di lapangan.

“Entah mana yang benar dan entah harus bagaimana agar kasus ini cepat diproses hukum. Mungkin harus melapor ke Mabes Polri atau ke Menteri Polhukam dulu baru kasusnya akan diseriusi,” kata Mateus.

Masih menurutnya pria yang kerap memimpin unjuk rasa di Dinas Pekerjaan Umum ini, di ruas dari Buluh Kuning hingga desa Nanga Libau saja yang jaraknya hanya beberapa Km, di titik-titik terparah telah muncul sejumlah pos pungutan masyarakat sebagai jasa membuat jalan pintas.

“Singkatnya, kami masih menunggu aksi dari pihak APH,” tutup mantan Anggota DPRD Sintang ini.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas
error: Content is protected !!