Sekilas Info

Pakar Kakao Mason Bali dan Dari Kalimajari Berbagi Ilmu di kampus ITKK

Para Narasumber dan Peserta Saat Foto Bersama.

Sekadau|SenentangNews.com – Tanggal. 28 Januari 2023 boleh jadi akan menjadi hari bersejarah bagi Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau. Hari itu Direktur Kalimajari Agung Widiastuti pakar pendampingan petani kakao dan Ida Ayu Pratiwi Sari Pidada, seorang Coorporate Executive Chef Chocolate Maker dari Mason Bali telah hadir untuk berbagi ilmu di kampus ITKK.

Bukan tidak mungkin kegiatan ini akan menjadi awal dari sebuah lompatan panjang bagi perkembangan Gerakan CU Keling Kuman (GCUKK) dan Keling Kumang Agro (KKA) serta para petani kakao di KKA.

Tidak hanya mahasiswa-mahasiswi jurusan Agroteknologi dan jurusan Kewirausahaan saja yang hadir, siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Keling Kumang (SMKKK) jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

Demikian pentingnya acara ini bagi GCUKK, khususnya terkait komoditas kakao. Sejak awal keseriusan GCUKK dapat dilihat dari telah lahirnya KKA sebagai koperasi produsen. Dimana lahirnya KKA ditindaklanjuti dengan membangun rumah bibit kakao di dusun Tapang Sambas Sekadau Hilir yang hingga saat ini telah menyalurkan 44.600 bibit kakao kepada petani anggota KKA.

GCUKK juga pernah mengirimkan seorang petaninya yang bernama Jahung dari dusun Bintang Tani kampung Selebak desa Benua Baru Tempunak ke ke workshop miliknya Ratu Coklat Filipina Raquel T. Choa di Cebu Filipina. Kemudian seorang petani lagi yang bernama Luncan dari dusun Pangkaluang desa Benua Baru Tempunak diterbangkan ke koperasi kakao Kerta Semaya Samaniya (KSS) binaan Kalimajari di Pulau Bali. Kedua petani tersebut di kampungnya masing-masing telah menanam 3.000 pohon kakau asal Rumah Bibit KKA.

Dari catatan panitia, yang hadir dalam acara ini antara lain mahasiswa ITKK, siswa SMKKK, Tim KKA, Yayasan Pemberdayaan Sumber Daya Keling Kumang (YPSDKK), enam orang Petani kakao, dari Solidaridad dua orang Yohanes Apit dan Marius Bambang, serta kedua orang nara sumber.

Direktur Yayasan Pendidikan Keling Kumang (YPKK) sebagai badan penyelenggara SMKKK dan ITKK Adilbertus. AS, dalam sambutannya menginformasikan sekilas tentang YPKK serta perkembangan SMKKK dan ITKK. Bagi Adilbertus, kegiatan ini penting bagi YPKK, dan berharap kedepan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerjasama dengan magang di KSS, utamanya dalam hal pertanian dan kewirausahaan.

Manajer KKA Itoi Thomas Aquino mengawali acara dengan memaparkan sejarah lahirnya KKA serta tujuan dari dibudidayakannya komoditi kakao oleh KKA. Yang intinya untuk menggali pendapatan petani dari sektor pertanian diluar komoditi karet dan sawit. Sementara Ketua Dewan Pengurus KKA Mikael bersedia sebagai Moderator acara.

Dalam materinya, Agung Widiastuti menyajikan tentang Kakao, Fermentasi, Generasi Muda dan Peluang Kewirausahaan. Ditambah dengan tajuk menarik Kenapa Harus Kakao. Juga diulas tentang Produksi Kakao Dunia dan Indonesia.

Widiastuti juga menginformasikan tentang Posisi Koperasi Kakao KSS saat ini. Yaitu Koperasi Produksi Kakao di Indonesia yang mampu memproduksi biji kakao fermentasi dengan volume fermentasi skala besar (milik komunitas petani) dan secara kontinyu.

KSS adalah satu-satunya koperasi kakao sebagai pemegang ORGANIC UE dan United States Departement of Agriculture Department (USDA) di Indonesia. Dan saat ini tengah persiapan Fairtrade Sertifikasi. KSS adalah pemenang kategori 50 besar dunia untuk Program Cacao Excellent Award 2017 di Paris Perancis. Dan di Tahun 2020 masuk seleksi nasional delapan besar untuk Cacao Excellent Award 2021. Selanjutnya masuk tahap seleksi 50 besar dunia. Koperasi dengan NIB Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil Menengah (KITE IKM) dan dan lolos sebagai eksportir.

Lanjut Widiastuti, dengan posisi KSS yang seperti itu serta potensi yang ada di KKA dan YPKK, pasti ada peluang yang dapat dikerjasamakan.

Ada juga pertanyaan menggelitik, yaitu kemana dan dimana generasi muda kita, sementara pengetahuan tentang produk kakao premium sudah mulai tumbuh. Promosi dan pembicaraan dengan gambar, video dan cerita dengan hastag Instagram dan hastag Facebook terkait telah cukup ramai.

Kemudian kenapa harus kakao? Kalimajari dengan KSSnya memilih membina petani kakao, diantaranya karena 92 persen kebun kakao dilakukan oleh smallholder, bebeda dengan sawit. Dan banyak yang dapat dilakukan dengan kakao.

“Jika KKA masih dirisaukan dengan pasar, dengan bekerjasama dengan KSS pasar kakao akan unlimited. Pintu KSS dan kalimajari terbuka lebar untuk KKA,” ucap Widiastuti seraya menunjukan ada beberapa negara yang selama ini jadi tujuan ekspor KSS juga di pasar lokal.

Masih menurutnya, banyak mahasiswa yang tertarik magang di KSS, diantaranya mahasiswa dari Inggris, Costa Rica, Belanda dan dua kali dari Jerman. Yang dari Jerman sampai mengambil skripsinya di KSS. Selain itu juga dari Universitas Negeri Lampung, Universitas Brawijaya, Universitas Jember dan Universitas Udayana.

“Pintu KSS dan Kalimajari terbuka lebar dan siap menerima bagi mahasiswa ITKK dan staf KKA yang berniat untuk magang,” tutup Widiastuti.

Sementara itu menurut Chef Tiwi, nama komersial dari Ida Ayu Pratiwi Sari Pidada, Indonesia hanya menduduki tempat 10 persen dalam menjual biji kakao di tingkat dunia.

Pemegang sertifikat Selmi Training Center di Itali dan sertifikat Level 1 Chocolate Alliance ini kemudian berbagi berbagai pengetahuannya, khususnya terkait dengan Single Origin (SO) Chocolate. Juga tentang seperti apa kiprah Manson Bali dalam 30 tahun. Mason Bali adalah peraih Perunggu dalam International Chocolate Awards Asia-Pasifik 2021-2922 pada 24 Agustus 2022 lalu.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas
error: Content is protected !!