Sekilas Info

Kertas Kerja Akan Dibawa Ke Kongres AMAN Mendatang

CU Bentukan PB AMAN Menggali Sistem dan Manajemen Keanggotaan di Keling Kumang

Rombongan CU Randu Saat Meninjau Distributor Utama Unilever Sekadau.

SINTANG | SenentangNews.com – Dalam sepekan ada dua Credit Union (CU) dan Koperasi hadir di KSP CU Keling Kumang untuk studi banding dan menimba pengetahuan. Pertama, Koperasi Jasa Perempuan Tangguh (Kesadanta) dari Medan. Koperasi yang seluruh pengurus dan anggotanya perempuan ini, hadir pada 21-22 September diwakili oleh Endang (Perwakilan pengurus) dan elvina (Manager).

Kemudian kedua, pada tanggal. 27-28 September telah datang CU Pancoran Kehidupan (Randu). Kehadiran CU Randu yang dibentuk oleh organisasi nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini, untuk menggali pengetahuan manajemen CU guna sebuah agenda besar, dimana kertas kerja hasil kunjungannya akan dibawa ke Kongres AMAN mendatang.

Misi Besar kunjungan CU Randu

CU Randu yang diwakili oleh tiga personil; Muhammad Islah (Ketua Pengawas), Arifin Saleh (Sekretaris Pengawas) dan Efrial Ruliandi Staf CU Randu, telah mengunjungi semua unit unit hasil spin-off Gerakan CU Keling Kumang. Yaitu unit unit di kelompok Koperasi Jasa Keling Kumang Tampun Juah (KKTJ), unit unit di kelompok Koperasi Produsen Keling Kumang Agro (KKA), unit unit di Koperasi Konsumen Keling Kumang Union (KKU), Yayasan Pendidikan Keling Kumang (YPKK) dan KSP CU Keling Kumang.

Foto Bersama Seusai Diskusi Langsung dan Virtual di Privat Meeting Room Keling Kumang.

Secara berututan, kunjungan dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Keling Kumang, Instutut Teknologi Keling Kumang, Distributor Utama Unilever Sekadau, Kantor Pusat KSP CUKK Tapang Sambas, Taman Klempiau, Keling Kumang Mart dan Toko Agro Tani di Km 7 Sintang, Ladja Hotel, Keling Kumang Language Center, Distributor Utama Unilever di Sintang dan terakhir di Agro Wisata di Kelam Permai.

Turut mendampingi Ketua Dewan Pengurus KSP CU Keling Kumang Stefanus Masiun dan Chief Executive Officer (CEO) Valentinus, adalah Direktur KKA Itoi Thomas Aquino, Direktur KKU Hilarius Gimawan dan Direktur KKTJ Paulus Miki.

Kunjungan selama dua hari ini dipungkas dengan acara dialog secara langsung dan virtual di privat meeting room KSP CU Keling Kumang. Dialog virtual tersambung dengan kantor Pengurus Besar AMAN Jakarta.

Menurut Ketua Pengurus Gerakan CU Keling Kumang Stefanus Masiun, CU Randu membawa misi untuk menjajagi sistim keanggotaan di CU. Jika menurut regulasi yang ada, keanggotaan di CU adalah individual. CU Randu akan menjajagi bagaimana jika ada dua kelompok keanggotaan, yaitu anggota individual dan ada anggota komunitas. Ini tentu searah dengan misi AMAN sendiri yang memberdayakan komunitas masyarakat adat.

Masiun mengatakan, sebagai pendiri AMAN Kalimantan Barat (Kalbar) dan pernah sebagai Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) AMAN Wilayah Kalbar, ada beban moral dengan AMAN. Kita ada pengalaman di Kalbar dalam mengembangan CU yang 70 persen anggotanya adalah masyarakat adat. Apa yang kita lakukan ini untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan dalam kurun waktu 30 tahun sudah nampak hasilnya.

Jika kita bisa menularkan upaya upaya ini ke masyarakat adat yang lain maka akan menjadi panggilan mulia. PB AMAN punya jaringan besar di seluruh Indonesia, mereka berniat untuk mengembangkan CU yang pada mulanya hanya untuk para aktivis di Jabodetabek, namun kemudian akan diperluas di komunitas komunitas anggota AMAN di seluruh Indonesia.

Harapannya, agar persoalan masyarakat adat secara ekonomi bisa dijawab. Karena di sisi advokasi sudah terjawab dan masih berjalan namun persoalan ekonomi belum disentuh. Pengalaman Keling Kumang dengan spin-off ternyata efektif dalam memberdayakan masyarakat yang terpinggirkan.

“Kertas kerja hasil kunjungan mereka jika disetujui, akan dibawa ke Kongres AMAN untuk memperoleh rekomendasi. Dan rekomendasi tersebut akan dibawa sebagai usulan ke Kemeteriam Koperasi RI. Kemudian jika usulan ini disetujui kementerian maka boleh jadi akan ada tambahan pasal dalam UU Koperasi yang baru,” terang Masiun.

Kesan yang didapat oleh Muhammad Islah selama kunjungan, karena kunjungan ini untuk belajar dan melihat secara langsung menurutnya ini sangat luar biasa bagi sebuah usaha kerakyatan. Keling Kumang membangun satu sistem ekonomi berbasis rakyat, modalnya dari rakyat, dilakukan oleh rakyat dan untuk rakyat dalam konteks anggota Keling Kumang dan pengembangannya juga luar biasa.

Ada juga bidang pendidikan, jadi sumber daya manusianya juga diurus dengan adanya sarana pendidikan. Ada juga bidang pertanian, perkebunan, perdagangan serta kebutuhan konsumsi serta semua kebutuhan dasar dari anggota Keling Kumang.

Hampir senada, Arifin Saleh terkait kesan kunjungannya, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Gerakan CU Keling Kumang adalah melayani hak hak dasar anggota, dimulai dengan sistem keuangan dan ekonomi. Kemudian pendidikan juga tergolong hak dasar, ini semua sudah disediakan.

“Dalam melakukan spin-off, menurut hemat saya Gerakan CU Keling Kumang telah berani keluar dari zona nyaman,” terangnya.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas
error: Content is protected !!