Sekilas Info

Sungai Melawi Tercemar, Polisi Selidiki Tumpahan CPO Milik PT Julong

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Idris Bakara

SINTANG | SenentangNews.com- Polres Sintang tengah menyelidiki tumpahan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di Desa Tebing Raya, Kecamatan Sintang yang tumpah pada 11 September 2022 lalu milik PT Wahana Plantation and Product (PT WPP) atau PT Julong. Tumpahan CPO itu telah mencemari sungai Melawi hingga ke hilir sungai di Kota Sintang.

“Kami sudah memanggil pihak PT Julong untuk diperiksa yakni manager pabrik kelapa sawit (PKS). Polres Sintang juga akan memanggil pihak transportir yang ditunjuk pembeli pada Jumat ini,”kata Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Idris Bakara pada sejumlah awak media, Rabu (21/9/2022).

Menurut Idris dari hasi pemeriksaan dilapangan jumlah CPO yang tumpah di Sungai Melawi totalnya ada 27 kontainer. "Adapun yang sudah dievakuasi ada 22 kontainer. Sementara yang masih dicari ada 3 kontainer, 2 berisi CPO, satunya lagi kosong adapun Kontainer tersebut muatannya 20-27 ton,”katanya.

Terkait adanya dugaan terjadinya tindak pidana dalam tumpahan CPO tersebut, Idris menyatakan hal itu akan di dalami lagi oleh pihaknya.

“Apakah ada pidanya atau tidak akan kita cari tahu. Karena pemeriksaan kita sampai hari ini masih sepihak, yakni baru PT Julong saja. Jadi ada tiga pihak yang harus kita periksa, selain Julong juga transportir dan pembeli,” ucapnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Lingkungan Hidup meminta kepada PT Julong untuk segera melakukan antisipasi sebagai berikut :

1. Melakukan pemulihan kondisi lingkungan sungai yang tercemar oleh CPO baik di tingkat lapangan secara langsung serta menyiapkan posko darurat penanganan dampak lingkungan.

2. Mengevakuasi container yang hanyut dari sungai agar tidak terjadi hal — hal yang tidak diinginkan seperti : kebocoran, pencurian, sabotase dan lain — lain dalam waktu paling lama 14 (empat belas ) hari kalender sejak diterimanya surat ini.

3. Mendata dan memberikan kompensasi kepada masyarakat sekitar yang terkena dampak langsung akibat pencemaran tersebut.

4. Membuat SOP terkait proses bongkar muat CPO di dermaga yang dilengkapi dengan mitigasi resiko yang tepat dan cepat apabila terjadi hal — hal diluar dugaan yang dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.

5. Berkaitan dengan beberapa poin diatas agar proses antisipasi dan pemulihan ini dapat diselesaikan oleh perusahaan dalam waktu paling lambat 21 ( Dua Puluh Satu ) hari kalender sejak diterimanya surat ini dan melaporkan perkembangan kegiatan kepada Bupati Sintang  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang.

6. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang secara fungsional akan melakukan monitoring berkala terhadap upaya pemulihan yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan bersama masyarakat setempat.

Terpisah warga desa pesisir di Kecamatan Sintang Sukarman meminta meminta pemerintah Kabupaten Sintang melalui dinas terkait untuk mengambil langkah tegas perusahaan yang telah mencemari lingkungan.

“Ya, karena air ini merupakan menyangkut hidup orang banyak, kami minta pemda Sintang untuk melihat langsung, kami minta pihak perusahaan juga bertanggung jawab akan masalah ini sebab tak hanya desa Tertung saja yang terdampak melainkan desa-desa di hilir sungai melawi juga terdampak,”pungkasnya.

Penulis: Oktavianus Beny
error: Content is protected !!