Sekilas Info

Berharap Seleksi Transparan, IMI Sintang Targetkan Empat Medali Emas Porprov

Pembina King Rattle Sintang Tevi Subakat Memperlihatkan Piala yang telah di Raih Tahta Pembalap Asal Sintang

SINTANG | SenentangNews.com- Memiliki segudang prestasi, muda, berbakat, serta berparas tampan, ialah Tahta Nugraha. Kelahiran Sintang ini pernah menjuarai beberapa event balap kuda besi.

Di usianya yang masih 18 tahun, Tahta pernah berhasil menjadi juara pada beberapa event balap motor di Kalbar. Terakhir ia berhasil menjadi pembalap tercepat di kelas Road Race di Kota Singkawang Maret tahun 2022 lalu. Anak dari Tevi Subakat ini memang sudah lama bercita-cita menjadi pembalap. Untuk meraih cita-cita tersebut, Tahta mulai mengasah keterampilan balapnya di bangku SMP.

“Sudah lama ingin jadi pembalap. Dari SMP memang sudah mulai latihan balap motor,”kata Tevi Subakat yang juga Pembina King Ritel Sintang pada sejumlah awak media.

Tevi mengaku, jiwa balap motor Tahta sudah ada didalam dirinya sejak masih SMP dan dikembangkannya melalui latihan di arena balap. Namun sangat disayangkan, keinginan Tahta mengikuti Pekan Olahraga Provinsi pada November 2022 mendatang harus terhenti.

Nama Tahta harus digantikan pembalap dari kabupaten Mempawah. Itu disebabkan Tahta dianggap belum memenuhi kriteria yang telah di tentukan.

“Harusnya dilakukan Traning Center (TC) bagi peserta yang akan diikutsertakan pada Porprov mendatang. Kalau seleksinya transparan kita pun memaklumi,”kata Tevi.

Tevi berharap IMI Sintang bisa lebih terbuka dan lebih transparan dalam menentukan atlet terbaik dalam kejuaraan Porprov November 2022 mendatang. "Kalaupun nama Tahta tidak diikutsertakan seleksinya IMI Sintang selaku Pengcabnya transparan lah,"ujarnya.

Ketua KONI Sintang M Chomain Wahab

Ketau KONI Kabupaten Sintang M Chomain Wahab mengatakan dalam menentukan seseorang dalam mengikuti setiap event dalam pertandingan kejuaraan, maka akan diserahkan ke masing-masing Pengurus Cabang (Pengcab). KONI katanya hanya menginput data yang masuk dari masing-masing Pengcab.

“Jadi untuk menentukan by name dan by number wewenangnya bukan di KONI melainkan di masing-masing Pengcab. KONI hanya menginput data yang masuk dari Pengcab. Jadi kalau ada yang komplain sebaiknya ke masing-masing Pengcabnya. Kita KONI hanya terima nama dari Pengcab, selanjutnya KONI akan menyampaikan nama yang telah masuk ke KONI propinsi untuk dipertandingkan,”kata Chomain.

KONI lanjut Chomain intinya hanya menargetkan medali emas dalam setiap kejuaraan tanpa bisa mengintervensi siapa yang layak diikut sertakan.

“KONI punya komitmen siapapun yang diusulkan masing-masing Pengcab harus atlet yang berpotensi meraih medali emas. Jadi sekali lagi kita tidak bisa mengintervensi sebab itu kewenangan masing-masing Pengcab,"jelas Chomain.

Dikatakan Chomain Porprov yang akan digelar November mendatang merupakan ajang pembuktian pembinaan cabang olahraga untuk mendapatkan medali emas bukan ajang uji coba.

“Kalau ajang ujicoba bukan pada Porprov tapi waktu Kejurprov. Jadi hari ini kita berbicara pada atlet yang kemungkinan besar menyumbangkan medali emas. Balap motor dari empat medali yang diperebutkan kita menargetkan empat medali emas. Jadi atlet yang disampaikan IMI ke KONI itu rasional untuk IMI Sintang merebut medali emas,”ucap Chomain.

Ketua IMI Sintang Boy Rahadian

Terpisah Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Sintang Boy Rahadian mengatakan dalam merekrut bibit handal IMI selalu mengutamakan prestasi. "Jadi yang bersangkutan harus berprestasi dalam setiap event yang telah ditentukan,"kata Boy.

Boy mengatakan jika merujuk ke aturan KONI, setia atlet yang diikut sertakan dalam Porprov boleh mengambil atlet dari luar daerah minimal satu orang apabila daerah asal dianggap tidak ada yang berprestasi.

"Untuk Sintang setelah kita seleksi ada dua orang yang berangkat yakni atas nama Sabil dari Sintang dan Alpa Riji dari Mempawah di kelas pemula untuk perwakilan Sintang di Porprov nanti. Kenapa Sabil kita ambil karena yang bersangkutan berhasil jadi juara 1 di kelas 150 cc 4-tak. Jadi kita IMI Sintang tidak ada melanggar prosedur, itu sudah sesuai aturan,"katanya.

Lebih lanjut Boy mengatakan TC bukan merupakan salah satu syarat mutlak bagi peserta balap bisa diutus dalam ajang untuk mengikuti Porprov.

"Jadi di sini bukan like and disk like ya. Prestasi di kelasnya yang kita utamakan. Kerena target kita juga emas, ini beban juga bagi saya selaku ketua IMI Sintang dalam meraih medali emas untuk mengharumkan nama daerah serta mengangkat harkat martabat masyarakat Sintang,"tutup mantan pembalap ini.

Penulis: Oktavianus Beny
error: Content is protected !!