Sekilas Info

Gerakan CU Keling Kumang Berkabung, PK Jalur Kayan – Tebidah Yang Membawahi 2.000 Anggota Telah Berpulang

Foto Kenangan Alm. Molok Disela Acara Pendidikan PK pada Agustus 2021 lalu.

SINTANG | SenentangNews.com – Seluruh Pengurus, Pengawas dan pihak Manajemen Gerakan CU Keling Kumang (Gerakan CUKK) berkabung, lantaran seorang Pangkalan Kolektor andalannya di jalur sungai Kayan - sungai Tebidah, Molok, hari Sabtu tanggal. 6 Agustus 2022 telah meninggal dunia karena sakit.

Almarhum Molok yang wafat di usia 43 tahun ini, juga pernah menjadi pengurus dan juga menjadi pengawas periode sebelumnya di Gerakan CU Keling Kumang.

Menurut informasi yang diperoleh, Almarhum Molok wafat saat dalam perjalanan ketika akan dirujuk ke RSUD Ade M. Djoen Sintang.

“Kami atas nama Pengawas, Pengurus dan Manajemen Gerakan CUKK turut berbela sungkawa atas telah berpulangnya Saudara Molok. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap Ketua Dewan Pengurus Stefanus Masiun, Sabtu (6/8/2022) malam.

Kedudukan PK tidak sederhana. Itu lah sebabnya dalam daftar nama individu seorang PK tercantum sejumlah kolom keterangan. Mulai dari kolom jumlah anggota, jumlah aset, jumlah anggota peminjam, jumlah pinjaman dan lain-lain.

Selain itu seorang PK pasti mengenal perilaku sosial dan kondisi ekonomi anggotanya. PK juga sangat mengenal kondisi geografis wilayah binaannya.

Menurut catatan, Almarhum Molok pada bulan Agustus 2021 telah memiliki anggota sebanyak 1.931 orang, dengan jumlah aset sebesar Rp. 5.484.487.826,- Di tahun 2022 ini dari informasi yang didapat, jumlah anggota yang dibawahi Almarhum telah tembus diatas 2.000 orang.

Yang paling mendasar adalah tentang Trust atau soal kepercayaan. Seorang PK pasti orang yang dipercaya oleh semua anggota yang dinaunginya, dam juga dipercaya oleh lembaga yang menaunginya.

Lebih Jauh Tentang Pangkalan Kolektor

Di tahun-tahun awal berdirinya KSP CU Keling Kumang pada tahun 1993, peran PK dirasakan sangat penting. Kondisi geografis saat itu serta masih banyaknya wilayah-wilayah yang terisolir, mendudukan para PK menjadi ujung tombak bagi KSP CU Keling Kumang di branch office masing-masing.

Di wilayah domisilinya, setiap individu PK memiliki kelompok anggota binaan di beberapa dusun. Interaksi antara PK dengan anggota binaannya pun terbilang unik. Yakni jika anggotanya tidak sempat mendatangi PK, maka PK lah yang akan mendatangi para anggotanya meski harus berjalan kaki jika rutenya tidak dapat dilalui kendaraan roda dua. Kemudian PK juga lah yang membawa laporan semua anggotanya ke branch office.

Di masa KSP CUKK belum memiliki branch office, ada PK dari Nanga Tempunak yang sanggup menggunakan sepeda engkol untuk ke Kanor Pusat di Tapang Sambas kabupaten Sekadau.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas
error: Content is protected !!