Sekilas Info

Pastikan Pendidikan Santri Tetap Jalan Pasca Ponpes Darul Ma’arif Sintang Dicabut

Ratusan Para Santri dan Alumni Berkumpul di halaman Pondok pesantren Darul Ma'arif mereka menolak keputusan eksekusi

SINTANG| SenentangNews.com- Ratusan Santri, Wali Santri, dan Alumni pondok pesantren Darul Ma’arif di bawah naungan LP Ma'arif NU melakukan orasi penolakan terhadap keputusan pengurus lembaga pendidikan Maarif (PBNU) yang mencabut SK kepengurusan yang baru, Kamis (28/7/2022).

Tak hanya itu para santri para wali murid, dan alumni menandatangani tiga poin petisi dan membuat surat pernyataan penolakan atas keputusan tersebut. Pertama mereka menolak eksekusi dikarenakan sejak awal berdiri hingga hari eksekusi, PP Darul Ma'arif Sintang tetaplah sebuah lembaga pendidikan pesantren yang memberikan kemaslahatan bagi umat muslim. Kedua menolak peralihan pengelolaan PP Darul Ma'arif Sintang kepada Pengelola yang baru terakhir mereka, menolak kepengurusan PCNU dan PC LP Ma'arif NU Kabupaten Sintang dikarenakan tidak mengedepankan tabayun dan adab ahlussunnah waljamaah dalam menyikapi sengketa yang terjadi.

Sementara itu dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Sintang, tergugat dalam hal ini Mohamad Gozali dinyatakan kalah. M Gozali digugat oleh Awam Sanjaya dan Syaiful Anam atas tanah wakaf seluas 2.765 meter persegi.

“Menyatakan secara hukum bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu telah melakukan atau telah menguasai tanah yang bukan hak milik pribadi Tergugat.

"Menghukum Tergugat untuk segera menyerahkan tanah dan bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 2.765 m3 sesuai berita acara penyerahan tanah atas wakaf.

“Menghukum Tergugat untuk membayar segala biaya yang timbul selama persidaan berlangsung.”demikian bunyi putusan dari SIPP PN Sintang.

Atas putusan tersebut Ketua Pondok Pesanteren Darul Ma’arif Mohamad Gozali mengatakan orasi damai ini merupakan salah satu bentuk keperihatinan juga pamitan pasca diterbitkannya surat dari Jakarta terkait pencabutan izin.

“Berdasarkan putusan PN Sintang maka pengabdian kami di sini sudah selesai, kami punya harga diri, kita juga punya komitmen. Tentu kita tidak berjuang hanya di sini tetapi dimana saja untuk membangun generasi anak yang berkualitas,”katanya.

“Oleh sebab itu kita sudah musyawarah dengan wali santri, bapak pindah kami juga ikut pindah. Untuk wali santri bebas mau ikut juga boleh disini juga boleh. Mereka kompak mereka ikut kita,”jelas Gozali.

Setelah putusan tersebut, para santri pun mulai berkemas sambil menunng tempat yang baru yang telah disiapkan pihaknya.

“Lahan yang baru ada di Sungai Tebelian. Besok juga kita akan kerja bakti targetnya dalam kurun waktu dua bulan insaallah sudah selesai,”tutupnya.

Terpisah Alumni Santri Pondok pasantren Darul Ma’arif M. Muhazir mendukung keputusan tersebut, namun katanya dirinya menolak keputusan PBUN dan PSNU dan LP Maarif Sintang. Dia menilai keputusan PBNU pusat kepengurusan baru tidak layak dan tidak berhak mendapatkan pengelolaan pondok pesantren ini.

“Kami Santri, Wali Santri, dan Alumni pondok pesantren juga menilai mereka bukan orang yang akuntabel dalam mengelola pondok pesantren ini,”jelasnya.

error: Content is protected !!