Sekilas Info

Catatan Redaksi, Enam Kali Kunjungan Iban Sarawak Ke Sintang

FOTO KENANGAN. Saat Kunjungan SDNU Yang Ketiga.

SINTANG | SenentangNews.com - Pada kunjungan-kunjungan Dayak serumpun dari Sarawak ke Sintang, tidak semuanya dibawah bendera Sarawak Dayak National Union (SDNU). Contohnya seperti kunjungan Sarakup Indu Dayak Sarawak (SIDS) yang mengunjungi Perhimpunan Wanita Dayak (PWD) Sintang. Namun kepala rombongannya selalu saja Sekretaris Jenderal SDNU, Spencer Birai.

Kekeluargaan antara Dayak Sarawak Malaysia dengan Dayak Kalimantan Indonesia, tidak pernah terpengaruh dengan pasang-surutnya hubungan Kuala Lumpur-Jakarta. "Semboyan Satu Darah Satu Dayak" justeru dirasakan semakin kuat.

FOTO KENANGAN. Saat Kunjungan Sarakup Indu Dayak Sarawak.

Kunjungan pertama. Pada saat agenda 3rd Borneo Dayak Cultural Heritage Safari (BDCHS) SDNU bulan November 2011 silam. Saat itu, rombongan sebanyak 24 orang secara berturut-turut mengunjungi para Ketua DAD di empat Kabupaten. Yaitu DAD Kabupaten Sintang, DAD Kebupaten Sanggau, DAD Kabupaten Landak, dan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Ketua DAD Provinsi.

Kunjungan kedua. Terjadi pada bulan Juli 2013. Saat itu Vice President SDNU Anthony Banyan, beraudiensi dengan Bupati Sintang Milton Crosby. Turut serta dalam rombongan, seorang Ahli Dewan Undangan Negeri (DPRD nya Sarawak) YB. Joseph Mauh, dan seorang District Officer (Camat), Henry Inting Nyami. Nama-nama lain dalam rombongan SDNU ini, Puan Sri Julia Mawan, Gura Boman Bayang, Christopher Dickson, Mathew Ganggang Ngumbang, Katerina Jeli dan seorang photographer muda, Alexander. Audiensi dilakukan selama beberapa jam di pendopo Bupati Sintang. Keesokan harinya, rombongan mengunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang dan Museum Kapuas Raya. Kunjungan ke dua buah destinasi ini, dipandu oleh pengurus DAD Sintang (saat itu) Apolonaris Biong anak Usin dan A. Tilla anak Djawi.

Ada yang menarik dalam kunjungan yang kedua ini. Menurut Kepala Dusun Ensaid Panjang, Sembai, kunjungan rombongan dari Sarawak ini termasuk kunjungan yang terlama. Itu jika dibandingkan dengan kunjungan turis-turis lainnya yang tidak menginap. Transaksi yang terjadi pun terbilang banyak. Sehingga pada saat itu di Betang Ensaid sampai kehabisan stok kain tenun ikat. Komunikasi yang terjadi pun terbilang lancar, karena bahasa Dayak Dessa hampir sama dengan bahasa Dayak Iban.

Saat mengunjungi Museum Etnik Kapuas Raya, mereka seakan menemukan kembali mata-rantai sejarah yang hilang. Banyak catatan mereka buat. Ucapan-ucapan spontan dari mereka pun muncul begitu saja. Terlebih ketika mereka melihat berbagai peninggalan benda-benda nenek-moyang. Saat Kepala Bidang Museum Siti Musrikah menyajikan video proses pembuatan tenun ikat, mereka juga mengenal dengan baik nama-nama tumbuhan hutan yang digunakan sebagai zat pewarna.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang rombongan yang bernama Katerina Jeli sempat mengatakan, jika sebelum ke Betang Ensaid Panjang mereka terlebih dahulu melihat video rekaman ini, pasti rombongannya tidak akan sampai hati (tega) untuk menawar harga kain tenun di Betang Ensaid Panjang.

Kunjungan ketiga. Terjadi pada bulan November 2014, yaitu saat rombongan ibu-ibu dari Sarakup Indu Dayak Sarawak (SIDS) berkunjung ke Perhimpunan Wanita Dayak (PWD) Kabupaten Sintang. Rombongan yang dipimpin oleh Patricia anak Judin ini, bertemu langsung dengan Ketua PWD Sintang Yustina Abeng beserta jajaran PWD. Rombongan SIDS didampingi oleh Sekretaris SDNU Spencer Birai ini, menggunakan kendaraan Bus Eva Express SDN BHD No. Polisi QAM 7885.

Kunjungan keempat. Terjadi pada bulan Juli 2016, serombongan besar berjumlah 103 orang Dayak Sarawak berkunjung ke Sintang selama tanggal. 8-9 Juni. Rombongan kali ini, terdiri dari enam kelompok yang dipimpin oleh kepala kelompok masing-masing dan sebagai koordinator adalah Tipik Ladi. Rombongan besar ini, lagi-lagi dipandu oleh Sekretaris SDNU Spencer Birai. Sepencer Birai selalu menjadi pemandu, karena dirinya sudah empat kali berkunjung ke Sintang. Yang menarik, dalam kunjungan muhibah ini telah diperkenalkan juga seorang Panglima Perang Adat Iban Sarawak, Panglima Belayong.

Rombongan ini sempat juga beraudiensi dengan Bupati Sintang Jarot Winarno, dan sempat mengunjungi Credit Union Keling Kumang di Jalan YC. Oevang Oeray Sintang. Disela acara kunjungan, Spencer Birai sempat menginformasikan bahwa meskipun dirinya adalah sekretaris SDNU, kunjungan kali ini bukan atas-nama SDNU. Namun murni atas prakarsa dan kehendak dari 103 orang peserta rombongan. Kebiasaan DAD Sintang setiap ada kunjungan Dayak Sarawak, dalam spanduk sambutannya selalu disebut rombongan SDNU.

Kunjungan Kelima. Terjadi pada tanggal. 7-11 Desember 2018. Media ini tidak turut terlibat dalam acara kunjungan ini. Namun jauh hari sebelumnya, yaitu pada tanggal. 28 Agustus, Pimpinan rombongan, Spencer Birai, sudah menginformasikan rencana kunjungan ini kepada media ini melalui messenger.

Disisi lain, kabarnya DAD Sintang juga pernah juga melakukan kunjungan balasan ke SDNU di Kuching Sarawak. Sayang, kisah kegiatan kunjungan balasan ini hanya diperoleh media ini dari informasi lisan.

Kunjungan Keenam. Dilaksanakan pada tanggl. 8 Juli 2022, rombongan yang terdiri dari ratusan orang ini akan bersilaturahmi dengan Bupati Sintang dan dengan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang. Saat catatan ini diturunkan kegiatan kunjungan tengah berlangsung.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas
error: Content is protected !!