Hari Berkabung Daerah, Ronny Ajak Masyarakat Tak Lupa Sejarah

Ketua DPRD Sintang menghadiri hari berkabung daerah di halam kantor bupati Sintang, Senin (28/6/2022)

SINTANG I SenentangNews.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Florensius Ronny mengikuti apel hari berkabung daerah di halaman kantor bupati Sintang, Selasa (28/6/2022).

Apel yang dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 28 Juni tersebut dipimpin Dandim Sintang Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono. Hadir juga bupati Sintang Jarot Winarno, Sekda Sintang Yosepha Hasnah, Kajari Sintang, Porman Patuan Radot, Unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) TNI/Polri, mahasiswa serta undangan lainnya.

Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny mengharapkan bahwa peringatan hari berkabung daerah hendaknya dijadikan momentum bagi semua pihak untuk mengingat kembali peristiwa bersejarah yang terjadi di Kalimantan Barat waktu itu.

"Peringatan Hari Berkabung Daerah ini merupakan penghormatan terhadap tragedi Mandor yang mengakibatkan para pejuang rakyat Kalbar banyak berguguran kala itu,"kata Ronny.

Kepada generasi muda saat ini Politisi Nasdem mengajak untuk dapat memaknai momen atas pejuang terdahulu mengorbankan nyawanya demi membela kemerdekaan secara khusus di bumi Khatulistiwa ini.

"Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sejarah tersebut. Ini sekaligus lambang pengabdian kepada nusa dan bangsa, bagaimana para cendekiawan, ahli pada bidangnya waktu itu bergandengan tangan membangun Kalbar,”jelasnya.

Lebih jauh Ronny mengatakan peringatan Hari Berkabung Daerah hendaknya dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai masalah yang melanda Bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Sintang.

"Kepedulian dan kebersamaan harus terus ditingkatkan terutama dalam mengatasi permasalahan akibat pandemic covid-19 yang telah melanda bangsa indonesia,”ucapnya.

Dikesempatan itu juga Ketua Dewan termuda seluruh Indonesia inio mengajak masyarakat untuk megibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk bhakti masyarakat kalbar mengenang momen bersejarah ini.

“Pengibaran bendera setengah tiang ini sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan yang telah dibunuh secara besar-besaran oleh tentara Jepang terhadap tokoh-tokoh masyarakat, pemuka masyarakat, kaum cendekiawan,”pungkasnya.

Seperti diketahui peristiwa hari berkabung daerah telah dibuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor pada 28 Juni Sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat.

Penulis: Oktavianus Beny
error: Content is protected !!