Berhasil Bina 501 Petani Swadaya di 22 Kelompok Tani

Bupati Sekadau Serahkan Sertifikat RSPO Kepada APKS-KK

Bupati Sekadau, Aron, Saat Menyerahkan Sertifikat RSPO Kepada Sekjen APKS-KK Antonius Anyu.

SEKADAU | SenentangNews.com - Tidak mudah untuk mendapat sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) apalagi untuk kelompok petani swadaya. Bahkan di Kalimantan Barat ini banyak perusahaan perkebunan yang sampai saat ini belum memiliki sertifikat standar internasional ini.

Sertifikat tersebut secara seremonial telah diserahkan oleh Bupati Sekadau, Aron, kepada Asosiasi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang (APKS-KK) yang diwakili Sekretaris Jenderal APKS-KK Antonius Anyu, Sabtu (25/6/2022).

Dihadiri oleh Ketua DPRD Sekadau Radius Effendi dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, acara ini digelar di Aula Kantor Pusat KSP CU Keling Kumang di Tapang Sambas desa Tapang Semadak kecamatan Sekadau Hilir kabupaten Sekadau. Turut hadir pejabat vertikal ATR/Badan Pertanahan Nasional Sekadau.

Sebanyak 120 dari 501 orang petani swadaya yang hadir mewakili 22 Kelompok Tani (Poktan) berikut Kepala Desa (Kades) Gonis Tekam, Kades Engkeresik, Kades Tapang Semadak dan Kades Bokak Sebumbun dan para Kepala Poktan.

Sekretaris Jenderal APKS-KK Antonius Anyu melaporkan, seharusnya penyerahan ini dilaksanakan pada bulan Mei lalu, namun ada beberapa halangan. Namun kita patut bangga telah mampu melaksanakan standarisasi pengelolaan kebun kelapa sawit berkelanjutan.

Pada audit sertifikasi pada 23-25 Oktober 2021 lalu, saat pertama APKS-KK diuji, hanya terdapat dua temuan. Semoga ini dapat dipertahankan dan dalam audit berikutnya bersih dari temuan. Poktan bimbingan APKS-KK di kabupaten Sekadau ini, adalah kelompok petani swadaya yang pertama di Kalimantan Barat yang mampu memperoleh RSPO.

“Setelah memperoleh RSPO yang merupakan standar internasional, kedepan akan berupaya memperoleh seritifikat Indonesian Sustainable Palm Oli sebagai standar nasional,” kata Antonius Anyu.

Di kesempatan tersebut, Program Koordinator Kalimantan Barat Solidaridad Indonesia, Edi Dastra memperkenalkan kembali siapa Solidaridad. Bahwa Solidaridad adalah lembaga international yang bermarkas di 40 negara dan berpusat di Belanda.

“Selamat kepada APKS-KK yang telah memperoleh sertifikat RSPO. Ini adalah bukti keberhasilan perjuangan kita semua. Sejak tahun 2013 kita dampingi melalui sekolah lapangan kelapa sawit. Ini merupakan pertama kali di Kalimantan Barat sebanyak 501 petani swadaya memperoleh sertifikat RSPO,” ucap Edi Dastra.

Edi Dastra juga berharap agar para petani jangan sampai tidak semangat lagi meskipun sekarang harga sawit tengah murah. Dikatakan juga bahwa kedepan Solidaridad akan terus berkoordinasi dengan Gerakan CU Keling Kumang dan Pemerintah Kabupaten Sekadau.

Berikutnya Ketua Pengurus Keling Kumang Agro Mikael berpendapat bahwa berkelanjutan itu penting. Perolehan RSPO ini jangan dimaknai hanya administrasi perkebunan namun bagaimana hasilnya dapat ditingkatkan serta berkelanjutan. Terlebih kedepan akan berupaya memperoleh sertifikat ISPO.

Terkait anjloknya harga sawit, Mikael yang juga sebagai petani swadaya merasa turut prihatin. Dari pernah Rp. 3.500,- - Rp. 3.700,- hari ini diterima di Ram hanya Rp. 1.100,- dan di pabrik-pabrik Rp. 1.600,-. Kondisi seperti ini jangan membuat petani putus asa.

Sementara Ketua Gerakan CU Keling Kumang Stefanus Masiun mengawali sambutannya berbicara tentang fondasi Gerakan CU Keling Kumang yaitu; member, triple bottom line (TBL), entrepreneur. TBL ini terkait social return, financial return dan inveronmental return.

Masiun juga melaporkan bahwa Gerakan CU Keling Kumang saat ini tengah berupaya untuk mendirikan pabrik mini kelapa sawit. Rencana ini menurutnya mendapat suport dari Kementerian Koperasi, bahkan dianjurkan sekaligus membuat produksi hilirnya.

Bupati Sekadau Aron mengapresiasi Gerakan CU Keling Kumang yang telah mempelopori kegiatan ini dan selalu bekerjasama dengan Pemerintah daerah, sehingga hari ini kita bisa menyerahkan sertifikat RSPO kepada para petani kita. Ini merupakan sejarah pertama di Kalimantan Barat, di mana kabupaten Sekadau merupakan tempat pertama dimana kita bisa melakukan penyerahan sertifikat ini. Dan hebatnya yang memperoleh RSPO adalah petani swadaya.

Aron berharap terus-menerus ada pembinaan berkelanjutan kedepan, karena data pemerintah saat ini jumlah petani sawit swadaya di kabupaten Sekadau ini hampir 30 ribu Hektar, namun produksinya masih kurang. Artinya memerlukan pembinaan dari kita semua baik dari lembaga non pemerintah dan lembaga pemerintahan, agar kedepan produksi petani swadaya bisa tinggi.

Saat ini kita melihat hanya di grupnya Keling kumang saja yang mendapat pelatihan, tetapi di grup-grup lain mungkin kurang mendapat pelatihan. Artinya, mereka petani otodidak yang ketika melhat orang berhasil mereka turut menanam sawit namun minim pengetahun bagaimana mengelola kebun dengan baik.

Kita ketahui bersama bahwa sawit saat ini merupakan komoditi primadona. Di mana-mana yang dibicarakan orang selalu tentang sawit. Bahkan kita melihat respon dan antusias masyarakat untuk menanam sawit luar biasa. Ini menjadi tantangan kita untuk mensuport agar para petani dapat menjual hasilnya dengan harga yang bisa menghidupkan perekonomian mereka.

Semoga Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dapat membuat kebijakan harga agar sawit tidak turun drastis. Yang menyulitkan kita adalah dampak saat sawit mahal pupuk dan racun hama turut naik, ketika harga sawit anjlok harga pupuk dan racun hama tidak turut-turun. Kondisi ini mempengaruhi perekonomian termasuk di kabupaten Sekadau.

Masih secara panjang lebar Bupati Aron berbicara terkait kondisi perekonomian di Sekadau saat ini. Namun Aron juga sempat berpesan agar ketika trend berkebun sawit semakin tinggi, janganlah sampai menghabiskan hutan dan menebangi tembawang.

Suasana Konferensi Pers di Kantor Pusat KSP CU Keling Kumang.

Acara ini dilanjutkan dengan prosesi penyerahan sertifikat RSPO kepada Sekretaris Jenderal APKS-KK dan penyerahan dokumen lainnya kepada para petani swadaya binaan APKS-KK dan Solidaridad, serta dipungkas dengan konferensi pers.

Hal yang menarik dalam konferensi pers, adalah tentang misi Solidaridad yang dalam program pembinaannya kepada petani adalah “Meningkatkan hasil kebun petani tanpa memperluas lahan,” penetrasi tanpa ekspansi.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas
error: Content is protected !!