Sekilas Info

Zonasi dan Pemerataan Mutu Pendidikan

Senen Maryono

SINTANG | SenentangNews.com – Adanya sistem zonasi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) membuat paradigma mengenai “sekolah unggul” menjadi hal yang dipertimbangkan semua kalangan.

Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono menyampaikan sekolah unggul bisa saja dibentuk dengan adanya sistem zonasi ini. Hal itu dapat terjadi karena dengan sistem tersebut, tidak hanya peserta didik, tenaga pendidik pun disebar dengan baik sebagaimana mestinya.

“Sekolah unggul itu terbentuk karena adanya kualitas peserta didik dan tenaga pendidik. Jadi, jika semua tersebar secara merata tentu saja ini bisa membuat sekolah manapun menjadi sekolah unggul,” ucapnya.

Politisi PAN ini mengatakan dengan sistem penerimaan peserta didik baru seperti saat ini juga akan menjadi salah satu landasan sekolah tersebut menjadi lebih baik mengingat peran masyarakat sekitar juga menjadi hal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Komite sekolah dan tentunya masyarakat sekitar juga mempunyai peran penting. Seperti ini saja, jika ada orang yang punya rejeki lebih kemudian anaknya mau tidak mau harus sekolah di sekolah yang fasilitasnya kurang maka bisa saja ia menyumbangkan fasilitas tersebut. Berarti meningkatkan sarana dan prasarana belajarnya,” ucapnya.

Di sisi lain, katanya PR pemerintah juga untuk bagaimana ke depan menjadikan semua sekolah itu memiliki sarpras yang baik dan memadai. Sehingga pendidikan akan semakin maju di daerah.

“Jangan hanya fokus pada satu atau beberapa sekolah. Tapi, bagaimana memperhatikan semuanya agar merata juga sarpras dan lainnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui sejak tahun 2017 yang lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengeluarkan kebijakan zonasi dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kebijakan PPDB merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses layanan pendidikan yang berkeadilan.

Pedoman yang digunakan dalam pelaksanaan PPDB tahun 2022 masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Penulis: Oktavianus Beny