Sekilas Info

Unka Sintang MoU dengan Universiti Malaysia Sarawak, F. Ronny: Sebuah Langkah Besar dan Strategis

SINTANG | SenentangNews.com – Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny mengapresiasi adanya memory of understanding (MOU) antara Universitas Kapuas (Unka) Sintang dengan Universiti Malaysia (Unimas) Sarawak. Menurut Ronny ini adalah sebuah langkah besar dan strategis bagi perkembangan Unka kedepan.

Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny

“Saya atas nama DPRD Sintang dan secara pribadi mengucapkan selamat dan turut mengapresiasi. Semoga MOU ini dapat menambah motivasi bagaimana Unka nantinya dapat sejajar dengan universitas lainnya bahkan dengan universitas di luar negeri,” ucap Florensius Ronny kepada SenentangNews, Selasa, (21/6/2022).

Menurut Ronny, hal ini dapat menjadi penyemangat baru bagi para mahasiswa/mahasiswi untuk terpacu lebih giat dalam menjalani perkuliahan hingga selesai. Pendidikan sungguh penting guna menghadapi tantangan kerja kedepan.

Kusnidar dan Antonius.

Sekilas Catatan MOU Unka Sintang & Unimas Sarawak

Setelah melakukan kerjasama dengan banyak perguruan tinggi di Indonesia, pada 18 Juni 2022 lalu, Unka Sintang, telah mengikat diri dalam sebuah MOU dengan Unimas di kota Samarahan Sarawak.

Menurut Ketua Umum Yayasan Melati Sintang Kusnidar, S.Sos, MM, ini adalah salah satu program pihak yayasan dan kampus sebagai lanjutan dari kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di dalam negeri, khususnya dalam bidang penelitian.

Kegiatan pengabdian sudah banyak dilakukan, namun untuk bidang penelitian memang harus terus ditingkatkan untuk para Dosen. Penelitian internal sudah tidak diragukan. Penelitian di tingkat nasional dengan beberapa perguruan tinggi juga sudah berjalan.

Namun tuntutan kompetensi, profesionalitas dan kapasitas Dosen, harus semakin dipacu baik oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) dan oleh Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTIRISTEK).

Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas Dosen memang harus punya inisiatif sendiri. Kampus merdeka harus mampu berburu informasi dan jaringan serta berupaya berkolaborasi dengan perguruan tinggi dari negara lain.

Unka mencoba untuk menjajaki perguruan tinggi di luar negara. Kebetulan Unimas adalah perguruan tinggi di luar negara yang paling dekat. Cukup mengejutkan, rupanya Unimas ini sudah sekitar lima tahun menjajaki Unka, namun belum ditindaklanjuti. Baru pada tahun 2021 mereka memulai lagi dan Unka tentu menyambut baik.

Dengan terbukanya komunikasi informasi, paling tidak para Dosen berkesempatan untuk berkompetisi secara internasional. Unka menyadari punya potensi sumber daya alam dan potensi bahan riset luar biasa, tetapi kelemahannya dalam hal disain dan sumber daya pengelolanya.

“Mereka di luar sana sudah kekurangan hal-hal unik, namun sumber daya manusia, fasilitas, dan lisensi mereka sudah luar biasa, jadi kita barter saja. Apalagi kalau mengacu ketentuan kegiatan riset harus ada pendampingan Guru Besar, sedangkan Unka belum memiliki Guru Besar,” kata Pejabat Eselon II di Pemerintah Kabupaten Sintang ini.

Terpisah, Rektor Unka Dr. Antonius, S.Hut. MP menginformasikan bahwa leading sector dari MOU ini adalah Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Dr. Peter Sobian S.Th, M.Th.

Ada beberapa hal yang akan dikerjasamakan, diantaranya:
1. Student Exchange Programme; 2. Lecturer and Staff Exchange Programme; 3. Joint International Seminar/Conference/Workshop; 4. Consultancy; 5. Publication; 6. Teaching and Learning; 7. Collaboration in Research Project and Grants; 8. Joint Exhibition; 9. Community Service Collaboration; 10. Global Teaching.

Dari Dr. Peter Sobian, S.Th, M.Th diperoleh informasi bahwa para petinggi yang mewakili pihak Unimas antara lain Prof Dr. Ambigapathy (Dekan Fakulti Bahasa dan Komunikasi); Prof Datuk Dr. Mohamad Kadim (Naib Canselor); dan Tan Sri Datuk Seri Panglima Sulong (Pengerusi Lembaga Pengarah Universitas).

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas