Sekilas Info

Imbas Buruk ASF, DPRD Sintang Minta Pemkab Anggarkan Bantuan Untuk Peternak Babi

Welbertus

SINTANG | SenentangNews.com – Selain Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing, penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyerang pada babi juga menjadi perhatian Pemerintah termasuk Pemerintah Kabupaten Sintang.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus mengungkapkan ada ribuan babi mati karena terpapar oleh virus ASF di bumi senentang ini.

“Untuk keseluruhan di daerah Kalbar pada Februari lalu saja ada 44 ribu babi, di Sintang sendiri ada 7 ribuan babi yang mati karena adanya ASF itu sendiri, tenti ini membuat kerugian bagi peternak bagi secara ekonomi,” ucapnya.

Dengan adanya virus ASF yang menyerang babi di Sintang kata Politisi PDI Perjuangan ini tentu saja akan berdampak pada perekonomian peternak babi di Kabupaten Sintang. Terlebih lagi, jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit sehingga akan menimbulkan kerugian yang cukup besar baik yang ada di Kecamatan Sintang maupun di kecamatan lainnya.

“Untuk itu, kita mohon kepada Pemerintah Kabupaten Sintang dapat memberikan perhatian berupa bantuan kepada peternak babi dan dapat dianggarkan pada APBD tahun 2023 nantinya,”harapnya

Sementara itu menurut data dari Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan wilayah Kalimantan Barat, menemukan sebanyak 44.322 ekor babi mati, karena terserang flu Afrika di beberapa wilayah Kalbar. Data ini dirilis pada 8 Februari 2022.

Kematian babi tersebut merupakan gelombang ketiga, dari 10 Kabupaten Kota yang ada di Kalbar, di antaranya adalah Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Landak, Bengkayang, Mempawah, Singkawang, dan Kubu Raya.

Daerah yang paling terdampak dengan adanya ASF berdasarkan data yang terangkum wilayah yang paling merasakan dampak kejadian penyakit ASF adalah Sanggau dengan jumlah kematian mencapai 24.216 ekor, di ikuti Sintang 7.030 ekor, Landak 6.318 ekor dan Mempawah 3.416 ekor.

Hingga saat ini penyakit ASF belum ada obatnya, dan belum ditemukannya vaksin. Penyakit ini dapat berdampak pada kerugian ekonomi dan sosial.

Penulis: Oktavianus Beny