Sekilas Info

Aset Produksi Milik Investor Jangan Biarkan Menganggur, Welbertus: Bupati Harus Dorong Aktivitas Perputaran Ekonomi Di Sana

Welbertus, Anggota DPRD Sintang Dari Dapil Sintang.

SINTANG | SenentangNews.com – Aset investor berupa eks pabrik karet remah (crumb rubber processor) di Sungai Putih Kelurahan Kedabang Kecamatan Sintang, sudah sekian lama terlihat lengang. Meski bangunannya terlihat masih terpelihara, namun tidak ada aktivitas apa pun di sana.

“Sewaktu masih beroperasi, kelurahan Kedabang telah menjelma menjadi tempat perputaran ekonomi, serta berdampak munculnya multiplier effect,” begitu dikatakan anggota Dewan Perwakian Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sintang I, Welbertus, Jumat (3/6/2022).

Menurut Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, salah satu multiplier effect yang terjadi adalah hidupnya kembali transportasi sungai. Banyak kapal air datang dari anak-anak sungai yang bongkar muatan disana, khususnya muatan karet. Pabrik ini juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja yang rata-rata kaum milenial asal kabupaten Sintang.

Menurut catatan, pabrik ini dalam operasionalnya mengolah getah karet dalam bentuk bahan olahan karet rakyat (BOKAR) yang diolah menjadi produk Standard Indonesian Rubber (SIR). Bahan bakunya 98 persen berasal dari petani karet di kabupaten Sintang, pabrik telah ini didesain berkapasitas 4.000 ton per hari.

Bahkan jika melihat dari catatan sejah yang ada, saat ini Kabupaten Sintang memiliki dua pabrik karet, selain milik PT Kirana Putera Karya (KPK) di kelurahan Kedabang Kecamatan Sintang ini, juga ada pabrik serupa milik BUMN PTP XIII di Nanga Jetak kecamatan Dedai.

Sayang, Investor sudah berinvestasi demikian besar akhirnya harus menyerah karena anjloknya harga karet dunia. Negara pun tidak mampu melindungi eksportir crumb rubber baik milik swasta murni maupun milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kedepan Bupati Sintang harus turut mendorong serta berupaya agar pabrik ini beraktivitas kembali. Aktivitasnya boleh mengolah komoditas apa saja, tidak harus karet. Harapannya agar kembali tercipta pusat perputaran ekonomi rakyat di tempat itu,” pungkas Welbertus.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas