Sekilas Info

Buka Kegiatan Saka Tiga Festival, Jarot: Jaga Keharmonisan Sesama

Bupati Sintang Memukul Gong tanda dimulainya kegiatan Saka Tiga Festival

SINTANG | SenentangNews.com- Bupati Sintang, Jarot Winarno, membuka kegiatan Saka Tiga Festival yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali, yang dilaksanakan di Halaman Istana Al-Mukarramah Sintang, Kabupaten Sintang, Kamis,( 26/5/20200).

Kegiatan Saka Tiga Festival ini merupakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-660 Kota Sintang tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Ormas berbagai Etnis di Kabupaten Sintang.Saka Tiga Festival diselenggarakan dari tanggal 26 Mei 2022 hingga 29 Mei 2022, dengan menampilkan sejumlah kegiatan pentas seni budaya dari berbagai etnis di Kabupaten Sintang.

Ketua panitia Syamsu, mengatakan kegiatan Saka Tiga Festival ini bertujuan untuk saling membangun keharmonisan seluruh ormas di bumi senentang dengan harapan tidak ada lagi perbedaan, kesenjangan sosial, baik dari lintas agama, lintas etnis.

“Rangkaian kami adalah pentas seni budaya, dimana acara ini akan menampilkan seluruh seni budaya etnis-etnis di Kabupaten Sintang, selain itu juga kami membuat rangkaian acara yang insyallah pada tanggal 28 Mei 2022 akan membuat seminar sejarah dan kebudayaan,”katanya.

Melalui kegiatan ini kata Syamsu pihaknya ingin menunjukan bersama semangat yang akan menjadi suatu tonggak untuk kedepannya, dengan harapan kegiatan seperti ini akan berlanjut disetiap tahunnya.

“Melalui kegiatan ini semua etnis di Sintang bisa bersatu dalam mewujudkan sintang yang harmonis kedepannya,”harapnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan melalui kegiatan ini semua suku maupun etnis di Sintang ini bisa rukun dan damai sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika yakni semuanya bisa bersatu, Nusantara sangat indah.

“Sintang beragam suku, budaya, etnis maupun agamanya. Banyak desa, suku bangsa, dan etnis yang mendiaminya. Ada Melahau di Mentibar, ada Uut Danum di Riyoi, ada Seberuang dan Sekujam di Sepauk, ada Dayak Ketungau. Ada Melayu Sintang, Melayu Sepauk, Melayu Dedai. Ada orang Jawa, Sunda, Flobamora, dan suku lain ada di Sintang dan hidup damai,”kata Jarot.

Mengingat sejarah masalalu, Jarot mengatakan bahwa Saka Tiga merupakan simbol persatuan, "660 tahun yang lalu Djoebair Irawan I memindahkan kerajaan dari Sepauk ke Sintang. Simbol penyatuan Sungai Melawi dan Sungai Kapuas, itulah Saka Tiga, agar semuanya bersatu.

“Djoebair Irawan I ingin menyatukan etnis dan suku bangsa yang ada. Semuanya telah membangun Sintang", jelasnya.

Jorot juga mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan Saka Tiga Festival ini. Terima kasih juga kepada Organisasi Masyarakat yang sudah mendukung semuanya. Semoga Tuhan meridhoi semua. kearifan budaya lokal dan suku bangsa harus dilestarikan.

“Dengan Festival Saka Tiga, kita semakin bersatu padu membangun Kabupaten Sintang yang lebih baik lagi kedepannya,”pungkasnya.

Penulis: Oktavianus Beny
error: Content is protected !!