Sekilas Info

Serikat Buruh di Sintang Serukan Stop Kriminalisasi Terhadap Petani

Massa buruh melakukan orasi di depan gedung DPRD Sintang

SINTANG I SenentangNews.com- Sejumlah aliansi buruh dari berbagai kelompok di Kabupaten Sintang, melakukan audiensi ke DPRD Sintang, Sabtu (14/5/2022). Kedatangan mereka diterima langsung wakil ketua DPRD Sintang Heri Jamri.

Dalam aksinya itu, massa buruh yang merupakan anggota Serikat Petani Indonesia Sintang, Partai Buruh Sintang, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sintang dan Serikat Pekerja Industri dan Lainnya tersebut berkumpul di depan gedung DPRD Sintang sejak pukul 09.00 WIB, Untuk menyampaikan beberapa tuntutannya.

"Hari ini kami hari ini datang ke gedung rakyat untuk meminta agar menyampaikan supaya stop kriminalisasi terhadap para petani di bumi senentang ini,"kata Ketua Komite Eksekutif Partai Buruh Sintang, Zulkarnaen Jais.

Zulkarnaen Jais

Menurut Zulkarnain, aksi yang digelar hari ini dilaksanakan serentak di seluruh indonesia. Khusus di Sintang lanjutnya ada 21 tuntutan yang disampakan pihaknya kepada anggota DPRD Sintang.

"Dari 21 tuntutan tersebut ada beberapa poin yang kita sampaikan baik itu isu nasional maupun isu lokal. Isu nasional seperti tolak upah murah, turunkan harga sembako hingga tolak kenaikan pajak PPn,"katanya.

Sedangkan isu lokal kata Zulkarnain pihaknya meminta penyelesaian jalan infrastruktur Mansiku Jaya dan Jalan Sintang ketungau untuk di selesaikan, selain itu mereka juga meminta supaya THR pekerja taman segera dibayarkan dan mendesak pengangkatan wakil bupati Sintang .

"Kami berharap, dengan adanya aksi audiensi buruh ini agar Pemerintah pusat bisa secepatnya merealisasikan ini,"pungkasnya.

Terpisah Wakil ketua DPRD Sintang Heri Jamri menyambut baik dan mengapresiasi perwakilan buruh di Sintang yang mau datang untuk menyampaikan masukan secara langsung. Menurut dia, ada banyak poin yang disampaikan teman-teman buruh ke DPRD Sintang baik itu isu nasional maupun isu lokal.

"Intinya apa yang menjadi aspirasi teman-teman tadi akan kami sampaikan ke pemerintah untuk di tindaklanjuti segera,"janji Heri.

Terkait dengan tuntutan stop kriminalisasi terhadap petani, Heri meminta perusahaan yang berinvestasi di bumi Senentang untuk memperhatikan hak-hak petani. Sebab selama ini ada kesan bahwa aparat merupakan orangnya perusahaan.

"Kalau ada masalah antara masyarakat dan perusahaan selalu masyarakat yang di tindak, tetapi lain lagi ketika ada dugaan kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan justru aparat terkesan diam. Oleh karena itu kita minta aparat penegak hukum untuk netral,"jelas Heri.

Soal pengangkatan wakil bupati yang kosong, DPRD Sintang lanjutnya masih menunggu usulan dua nama yang masuk ke DPRD untuk di proses lebih lanjut.

"Intinya kita harapkan supaya wakil bupati yang baru bisa segera dilantik sehingga roda pemerintahan di Sintang ini bisa berjalan dengan normal,"tutupnya.

Pada aksi tersebut tampak aparat TNI/Polri d mengawal dan mengamankan kegiatan tersebut hingga massa membubarkan diri dengan tertib.

Penulis: Oktavianus Beny