Sekilas Info

Ketua MABM Sintang Sarankan Pemkab Sintang Buat Prasasti Makam Jubair Irawan

SINTANG I SenentangNews.com- Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang H. Ade Kartawijaya menyarankan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada Djoebair Irawan sebagai Raja Sintang pertama ketika belum memeluk Islam.

Selain pembuatan prasasti, Ade juga juga menyarankan kepada Pemkab Sintang untuk membangun atap yang tinggi di makam Djoebair Irawan. Supaya makamnya terjaga dan teduh saat ada masyarakat yang mengunjungi atau berwisata kesana.

"Hanya saja, atap yang dibangun harus terpisah dengan atap untuk makam Sultan Agung yang merupakan Raja Sintang Islam pertama. Disitu hanya ada dua makam, yakni makam Djoebair Irawan dan makam Sultan Agung,"kata Ade saat menghadiri rapat persiapan peringatan Hari Jadi Kota Sintang yang ke 660 Tahun 2022 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang belum lama ini.

Mantan Wakil Bupati Sintang Periode 2000-2005 ini juga mengusulkan di bagian atas bisa dibuat gambar lambang makam Hindu karena saat itu Djoebair Irawan merupakan pemeluk Hindu. Sedangkan bagian atasnya bertuliskan Hari Jadi Kota Sintang, 10 Mei 1362 Masehi.

"Lalu ada gambar saka tiga untuk menujunkan lokasi Kerajaan Sintang yakni di pertigaan dua sungai yakni Sungai Kapuas dan Sungai Melawi,"jelasnya.

Menurutnya seperti di Kota Pontianak makam pendiri kerajaan Pontianak dibuat prasasti seperti itu. Sehingga nantinya, makam Djoebair Irawan bisa dijadikan tempat wisata sejarah bagi masyarakat. Dan orang yang berkunjung ke makam Djoebair Irawan akan langsung tahu dengan membaca tulisan yang ada di prasasti bahwa pendiri Kota Sintang adalah Djoebair Irawan.

"Makam Djoebair Irawan dan makam Sultan Agung terletak di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kabupaten Sintang dan berada di sekitar Keraton Al Mukaramah Sintang. Makam ini sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya,"pungkasnya.

Penulis: Oktavianus Beny
error: Content is protected !!