Sekilas Info

Blokir Jalan Masuk Perusahaan, 1.407 Petani Sawit PT Julong Dirugikan

Pembelokiran jalan masuk perusahaan sawit PT Julong beberapa waktu lalu (foto istimewa)

SINTANG I SenentangNews.com- Adanya aksi pemblokiran jalan masuk yang berujung pada pengerudukan dan penutupan kantor di wilayah kerja PT Julong grup beberapa waktu lalu berimbas kepada 1.407 orang pekerja sawit yang berasal dari belasan desa setempat.

Dalam aksi demonstrasi yang digelar oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan warga masyarakat di wilayah kerja Julong Group Indonesia, mengajukan 17 tuntutan yang harus dipenuhi dalam 7 hari.

“Tuntutan sebanyak itu tidak mungkin dapat diperoleh dalam waktu singkat, karena ada keputusan-keputusan yang tentu harus melibatkan banyak pihak,"kata Konsultan Komunikasi PT Julong Grup, Fathan Sembiring.

Menurutnya dengan adanya aksi penggerudukan dan penutupan kantor perusahaan sawit tersebut tentunya berdampak terhadap pendapatan dan pembagian hasil plasma, sehingga para petani plasma dirugikan.

“Total jumlah kerugian tersebut juga akan mempengaruhi potensi umpan balik perusahaan kepada masyarakat yang bisa diberikan dalam bentuk CSR dan skema pemberdayaan lainnya,” ucapnya.

Fathan merinci taksiran kerugian penghasilan dari sisi masyarakat yang rata-rata harusnya mendapatkan Rp 100.000 per hari, maka kehilangan penghasilan sebesar kurang lebih Rp 1.200.000 per orang karena penutupan kebun dan pabrik yang berlangsung 12 hari.

“Padahal uang sebesar itu biasa mereka digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Belum lagi kerugian yang harus ditanggung oleh perusahaan yang mencapai hampir 9,2 milyar selama penutupan, jika uang dapat berputar di kabupaten Sintang maka akan menstimulus kegiatan ekonomi lain,"jelasnya.

Dikatakannya, PT WPP, PT GMU, dan PT AGS merupakan bagian dari Julong Group Indonesia yang sudah berinvestasi di Kalimantan Barat khususnya di Sintang sejak tahun 2013 dengan memiliki masyarakat sekitar dengan jumlah 1.969 orang. Dari total tersebut, 71% di antaranya adalah masyarakat setempat atau sekitar 1.407 orang yang terserap bekerja di perusahaan,”jelasnya.

"Kami menyayangkan dengan adanya aksi oleh sekelompok orang tersebut. Padahal, perusahaan sangat terbuka dengan pihak-pihak yang memiih untuk berdialog dan mencari solusi bersama,"ucapnya.

"Yang jelas atas kejadian ini tidak ada tuntutan adat atau hutang biaya adat kepada pihak manapun, atau kepada pihak perusahaan, yang dalam hal ini adalah Julong Group Indonesia area Sintang,"tegasnya.

Fathan berharap kedepan penyegelan dan penutupan yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak terjadi lagi. Sebeb katanya Selama ini Julong Group Indonesia sudah bekerja sesuai mekanisme peraturan perundangan, bahkan Pada Januari 2022 lalu, Julong Group Indonesia yang diwakili oleh PT WPP, PT GMU, dan PT AGS mendapatkan Anugerah CSR Awards dari Pemerintah Kabupaten Sintang atas partisipasinya dalam membantu masyarakat Sintang menghadapi musibah banjir pada Oktober – November 2021 silam.

"Julong Group Indonesia berkomitmen untuk selalu bermanfaat bagi masyarakat. Perusahaan juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait agronomi kebun, optimalisasi panen, pengembangan komunitas, dan pembangunan lainnya,"harapnya.

Penulis: Oktavianus Beny