Sekilas Info

Dipicu Akumulasi Kekecewaan Kepada Investor, Ampelas Gelar Unjuk Rasa di DPRD

Massa aksi nampak memenuhi halaman Gedung DPRD Sintang.

SINTANG | SenentangNews.com – Unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Petani Plasma (Ampelas) Borneo di DPRD Sintang, Selasa (8/3/2022), dipicu oleh akumulasi kekecewaan para petani plasma kemiteraan terhadap perusahan perkebunan sawit.

Secara resmi yang tampil berunjuk rasa saat itu adalah dari dua kelompok, yakni para pengurus dan anggota koperasi Sawit Bina Sejahtera (BTS) dan masyarakat dari sebelas desa di kecamatan Sintang, Sungai Tebelian dan Dedai.

Koperasi BTS dari desa Sungai Mali kecamatan Ketungau Hilir, berkaitan dengan kekecewaan terhadap janji-janji dan kinerja PT. Buana Hijau Abadi (BHA) dari Hartono Plantation Indonesia (HPI) Group. Ada 13 tuntutan koperasi BTS kepada PT. BHA.

Disela aksi, salah seorang pengurus koperasi BTS sempat mengungkapkan kepada KalimantanNews bahwa sebelumnya yaitu pada bulan Oktober 2021 koperasi BTS pernah menolak tegas 13 tanggapan Direktur PT. BHA Djoko Prayitno atas Petikan Berita Acara RAT Koperasi BTS.

Kelompok lainnya adalah para petani plasma yang didukung sejumlah Kepala Desa dari sebelas buah desa, yaitu Gandis (Dedai), Ransi Dakan, Gurung Kempadik, Bancoh, Kunyai, Baya Betung, Baya Mulya, Balai Agung, Sabang Surai, Sungai Ukoi (Sungai Tebelian) dan Lalang Baru (Sintang). Ada 17 tuntutan dari warga 11 desa kepada pihak perusahaan.

Berbagai tuntutan diperlihatkan dalam sejumlah spanduk.

Jika dilihat semua tuntutan dari dua kelompok Ampelas ini, menggambarkan adanya akumulasi kekecewaan yang sudah berlangsung sekian lama.

Aksi ini juga mendapat dukungan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Forum Ketemenggungan Kabupaten Sintang serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Meski perwakilan warga 11 desa tidak secara jelas menyebutkan nama perusahaannya, namun dari salah seorang warga Sungai Tebelian menjelaskan kepada SenentangNews, bahwa yang mereka tuntut adalah PT. Wahana Plantation & Product (WPP) dari Julong Group.

Aksi dipimpin langsung oleh Ketua sekaligus pendiri Ampelas, Siman Lucas dan sekretaris Yohanes Agus. Sejak di titik berkumpul di Taman Entuyut hingga menuju Gedung DPRD Sintang, massa pengunjuk rasa mendapat pengawalan ketat dari personil Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Sintang AKP Eko Budi D dan sejumlah personil TNI AD.

Berulang kali arahan-arahan disampaikan oleh Kabag Ops serta oleh Ketua dan Sekretaris Ampelas. Agar semua mematuhi protokol kesehatan, menjaga ketertiban, tidak membawa senjata tajam dan tidak dalam pengaruh alkohol.

Di halaman Gedung DPRD Sintang, unjuk rasa ini diawali dengan orasi dari beberapa perwakilan, semuanya mengungkapkan berbagai kekecewaannya. Orasi dipungkas dengan pernyataan dari Siman Lucas, bahwa aksi ini tidak selesai sampai disini dan akan terus berlanjut di lapangan.

“Kabarkan aksi ini kepada semua kaum kerabat di kampung, perjuangan ini harus terus dilanjutkan hingga apa yang diharapkan para petani plasma dan warga di desa-desa dapat tercapai. Jika kinerja dan CSR perusahaan baik, tidak hanya pemerintah yang akan memberikan aperisai, kita pun bisa memberikan CSR Award,” kata Siman Lucas.

Ketua DPRD Sintang F. Roni dan segenap Komisi D saat menerima para pengunjuk rasa di ruang sidang Gedung DPRD Sintang.

Usai sesi orasi para pengunjuk rasa diterima langsung oleh Ketua DPRD Sintang Florensius Roni dan Wakil Ketua Heri Jambri di ruang sidang DPRD. Karena keterbatasan jumlah kursi, semua pihak sepakat membatasi yang boleh masuk hanya sekitar 50 an orang dan diabsen satu demi satu.

Hadir mendampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Ketua Komisi D Harjono dan anggota serta seorang anggota DPRD dari Dapil Binjai – Ketungau, Melkianus.

“Kami dari DPRD mengucapkan terima kasih kepada yang berkenan hadir untuk menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD ini. Bahwa Bapak Ibu masih menaruh harapan kepada kami. Harapan ini tentu tidak akan kami sia-siakan. Kami akan bekerja sesuai dengan Tupoksi sebagai anggota DPRD, Tupoksi sebagai Legislatif,” Florensius Roni mengawali penerimaannya.

Dalam kesempatan ini, karena berbagai tuntutan telah disampaikan secata tertulis hanya beberapa orang diberikan kesempatan berbicara, termasuk Siman Lucas dan dari LBH MADN Jelani Christo.

Aksi damai di Gedung DPRD Sintang ini berlangsung tertib hingga pukul. 14.00, dipungkas dengan acara ritual pembakaran pohon dan tandan sawit, dipimpin oleh wakil dari Forum Ketemenggungan Kabupaten, Usman. M.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas