Sekilas Info

STAIMA Yudisuim 52 Mahasiswa

Ketua STAIMA Sintang M. Faisal dan Bupati Sintang Jarot Winarnoi beserta dosen berfoto bersama dengan mahasiswa

SINTANG | SenentangNews.com- Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif Sintang melaksanakan Yudisuim terhadap 52 orang mahasiswa, Kamis (6/1/2022. Yudisium yang dilaksanakan di aula Kampus STAIMA Sintang tersebut dihadiri oleh bupati Sintang Jarot Winarno, Ketua STAIMA Sintang Muhammad Faisal beserta seluruh dosen dan undangan lainnya.

Ketua Panitia menjelaskan bahwa pelaksanaan Yudisium yang dilaksanakan pada hari Kamis,6 Januari 2022 berjumlah 52 mahasiswa. Dari 52 mahasiswa tersebut, terdiri 42 mahasiswa dari jurusan Tarbiyah, dan 10 mahasiswa dari jurusan syari'ah, dengan angkatan masuk dari tahun 2014, 2015, 2016, 2017, wisudanya di tahun 2022, dengan berbagai asal daerah masing-masing, ada yang dari Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau bahkan ada 1 mahasiswa yang berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah.

“Hari ini di tanggal 6 Januari 2022 kita laksanakan Yudisium ke-XI bagi mahasiswa Strata-I, Jurusan Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam & Jurusan Syari'ah, Program Studi Al-Ahwal Al-Shakhshiyah di Aula STAIMA Sintang, kemudian besok hari Jumat tanggal 7 Januari 2022 kita laksanakan geladi bersih pelaksanaan wisuda, dan puncaknya dihari Sabtu,”katanya.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif Sintang, Muhammad Faisal, mengatakan yudisium dilaksanakan terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah dan telah memenuhi syarat. Baik syarat akademik maupun syarat administrasi.

"Alhamdulillah kita yudisium 52 orang mahasiswa di awal tahun ini. 52 orang ini berasal dari berbagai prodi dan jurusan di kampus STAIMA," Kata Faisal.

Faisal meminta kepada mahasiswa yang diyudisium agar menjaga nama bail almamater dan berguna bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa yang diyudisium juga dituntut untuk terus menuntut ilmu dan tidak cepat puas dengan yang telah didapat.

"Mahasiswa yang diyudisium jangan cepat puas dengan yang didapat. Terus berkarya dan mengembangkan diri, lanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi," jelasnya.

Faisal juga berpesan agar mahasiswa yang diyudiaium agar bisa memberikan manfaat terhadap lingkungan. Pasalnya, pengabdian atau kuliah yang sesungguhnya adalah di masyarakat. Dan tetap menjaga hubungan baik dengan kampus.

"Lulusan harus bisa menjaga hubungan baik dengan keluarga, masyarakat dan kampus. Ini penting agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dengan baik," pungkasnya.

Penulis: Oktavianus Beny