Sekilas Info

Warga Semubuk Dusun Enkaping Banyak Yang Sepanjang Hidupnya Melihat Jalan Rusak

Lansim, Warga Semubuk desa Setungkup.

SINTANG | SenentangNews.com – Menurut Lansim (43) warga kampung Semubuk dusun Enkaping desa Setungkup kecamatan Ketungau Hilir, bagi warga kampung Semubuk yang lahir di tahun 1990 an, hampir di sepanjang hidupnya melihat pemandangan jalan rusak di kampungnya.

Letak dusun Enkaping berada di simpang tiga yang masing-masing menuju desa Beloh Mulyo, dusun Pedadang dan menuju Nanga Ketungau. Ke semua arah kondisinya rusak berat. Jika terus seperti ini, lama-lama jalan provinsi yang membelah kampung Semubuk akan hilang dari peta jaringan jalan.

“Contoh dan buktinya sudah ada, yaitu jalan poros menuju pusat desa Setungkup sekarang hampir hilang karena tidak pernah digunakan lagi. Para pengguna jalan sudah belasan tahun lebih memilih melalui jalan pintas milik perusahaan perkebunan. Saat ini, dalam kira-kira sepanjang satu kilometer saja ada tujuh lobang kubangan jalan,” ucap Lansim, Kamis (16/12/2021).

Salah-satu-kubangan-jalan-menuju-Semubuk..

Lansim menambahkan, kerusakan jalan poros Sintang - Merakai yang membelah kampung Semubuk terjadi sepanjang tahun dan selama bertahun-tahun. Bagi warga yang lahir yahun 90 an hingga sekarang, tidak ada pemandangan yang berubah selalu saja menyaksikan jalan rusak.

Masih menurutnya, karena sudah jarang sekali dilalui kendaraan, jalan raya telah berubah fungsinya menjadi arena tempat bermain anak-anak Dan ini sudah terjadi selama bertahun-tahun.

Lansim juga merasa tergelitik atas berita adanya pernyataan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, karena dalam pernyataannya nama dusun Semubuk turut disebut-sebut. Gubernur menyatakan bahwa jalan ruas Binjai – Semubuk hanya sedikit yang rusak. Ini bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya. Dirinya mengapresiasi atas aksi demo tanggal. 15 Desember di desa Simbak Raya pada tanggal 15 Desember kemarin.

“Kerusakan terparah justeru ada di antara dusun Pedadang - kampung Semubuk – Kampung Indung,” kata Lansim.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas