Sekilas Info

Dua Kali Aksi Demo Di Desa Simbak Raya (2019 dan 2021), Semua Terkait Sikap Gubernur Sutarmidji

Koordinator Aksi Andreas Saat Membacakan Tuntutan.

SINTANG | SenentangNews.com – Dua kali aksi demo lintas empat kecamatan Binjai dan Ketungau di desa Simbak Raya kecamatan Binjai Hulu (Tahun 2019 dan 2021), ternyata sama-sama dipicu oleh sikap Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji.

Pertama, aksi demo lintas empat kecamatan Binjai dan Ketungau pada 13 Februari 2019 lalu, dipicu oleh janji Gubernur Kalbar Sutarmidji yang berjanji akan memanggil delapan perusahaan perkebunan yang ada di wilayah Binjai Hulu dan Ketungau, untuk turut memperbaiki jalan Binjai-Ketungau. Menurut Koordinator Aksi saat itu, Remegius, janji Gubernur tersebut tidak ditepati.

Kedua, di tempat yang sama desa Simbak Raya, dalam aksi demo yang juga merupakan aksi lintas empat kecamatan Binjai dan Ketungau, hari Rabu (15/12/2021), selain karena akumukasi kekecewaan, juga karena dipicu adanya pernyataan Sutarmiji di akun media sosial miliknya. Salinan pernyatan tersebut secara jelas dipampangkan pada pagar portal, yang intinya menyebutkan bahwa menurut Sutarmiji jalan Binjai-Semubuk tidak begitu banyak yang rusak, kecuali jembatan.

Salinan Pernyataan Gubernur Kalbar Sutarmidji Dipampangkan Pada Portal Jalan Dengan Mencolok.

Pernyatan Sutarmiji dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurut koordinator aksi Andreas yang asal Ketungau, ini sangat melukai perasaan masyarakat karena merasa dibohongi. Selain merasa dibohongi, warga juga khawatir akibat pernyataan yang salah, nantinya dapat muncul sebuah keputusan yang salah.

Aksi pemortalan jalan dilakukan di sebuah lobang jalan yang cukup dalam sekitar 70 Meter dari SDN 11 Sandung Desa Simbak Raya, atau di dekat Gereja Katolik Santo Yohanes. Aksi yang mendapat pengamanan dari TNI Polri ini berlangsung sejak pagi hari hingga sekitar pukul. 12.15.

Daniel, Kepala Desa Mensiku Saat Berorasi.

Dalam orasi yang dibawakan oleh Koordinator Aksi Andreas, Kepala Desa Mensiku Daniel serta sejumlah warga, isinya hampir seluruhnya mengungkapkan rasa kekecewaan dan memprotes keras pernyataan Sutarmiji. Orasi ini kemudian dipungkas dengan penyampaian delapan butir tuntutan warga kecamatan Binjai hulu, kecamatan Ketungau Hilir, kecamatan Ketungau Tengah dan kecamatan Ketungau Hulu. Portal jalan dibuka setelah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang, Yustinus yang hadir mewakili Bupati Sintang turut menandatangani delapan butir tuntutan.

Sejumlah warga dan tokoh setempat yang sempat ditemui di lokasi, justeru sempat bertanya-tanya siapa yang mendampingi Gubernus saat meninjau kondisi jalan hanya sampai Binjai. Bagaimana mungkin Gubernur mendapat informasi yang tidak benar tentang kondisi jalan Binjai-Semubuk tersebut.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas