Sekilas Info

Mensos: Bantuan Jangan dibelikan Rokok dan Miras

Mensos Risma mendampingi Presiden Jokowi saat penyerahan bansos di Gedung Kesehatan Daerah Militer XII/ Tanjungpura

SINTANG I SenentangNews.com- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan pihaknya melarang masyarakat menggunakan bantuan tunai untuk membeli rokok dan minuman keras (miras).

"Saya sampaikan bahwa bantuan yang diberikan untuk tidak di belikan rokok dan miras,"kata Risma dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Barat mendampingi Presiden Joko Widodo yang berlangsung di Kantor Camat Sintang, Rabu (8/12/2021).

Terkait penanganan dampak bencana, kata Risma Kementerian Sosial telah bergerak cepat melaksanakan penanganan. Melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kemensos juga bekerja sama dengan unsur-unsur penanganan bencana mendata masyarakat terdampak bencana, mengevakuasi kelompok rentan dari tempat kurang aman ke tempat aman, membuka dapur umum dan mendistribusikan bantuan logistik.

"Saya sudah dua kali ke Sintang termasuk hari ini untuk memastikan masyarakat terdampak bencana menerima bantuan. Terkait dengan kehadiran Presiden, Mensos hadir di Sanggau dan Sintang di antaranya untuk mengecek kesiapan lumbung sosial,"jelas Risma.

Presiden dijadwalkan menyerahkan secara simbolis bantuan sosial kepada penerima manfaat. Mereka adalah peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 6 orang, dan 9 orang penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Mereka adalah para kelompok rentan yakni penyandang disabilitas, lansia, yatim, piatu dan yatim piatu. Untuk bantuan ATENSI total senilai Rp54.270.500.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga secara simbolis diserahkan bantuan perlindungan korban bencana alam berupa perahu karet sebanyak 9 unit dengan nilai Rp 69.800.000, mesin tempel 2 unit dengan nilai Rp 86.020.000, mobil dapur umum lapangan (dumlap) 1 unit Rp540 187.505, dan bantuan sembako 1000 paket dengan nilai Rp242.605.000. Total bantuan senilai Rp938.612.505.

Terkait penanganan dampak bencana, Kementerian Sosial telah bergerak cepat melaksanakan penanganan. Melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kemensos bekerja sama dengan unsur-unsur penanganan bencana mendata masyarakat terdampak bencana, mengevakuasi kelompok rentan dari tempat kurang aman ke tempat aman, membuka dapur umum dan mendistribusikan bantuan logistik.

Kemarin Mensos Risma mengecek lumbung sosial di Kecamatan Tebelian dan Tempunak Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Dikesempatan itu Mensos juga meminta jajarannya berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memetakan kawasan mana di tanah air yang rawan terhadap ancaman bencana. Kawasan Pantai Selatan Pulau Jawa merupakan salah satu yang menjadi perhatian, karena merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi Klmatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi gelombang tinggi.

“Saya minta kawasan yang rawan bencana, bisa didirikan lumbung sosial termasuk di Selatan Pulau Jawa. Kita tidak ingin terjadi bencana susulan. Namun, bila itu terjadi, masyarakat yang terputus aksesnya, tidak akan kelaparan,”katanya.

Penulis: Rilis