Sekilas Info

Ruas Jalan Rawan Banjir Harus Dibetonisasi

Puluhan Tahun Gelontorkan Ratusan Miliar, Percuma Jika ‘Produk-Akhir’ Masih Berupa Jalan Tanah

Wesno, ST.

SINTANG | SenentangNews.com – Pada banjir-banjir besar di masa lalu, ruas jalan yang paling menderita dan bonyok terjadi di ruas jalan Sintang – Simbak. Banjir di ruas sepanjang 12 Km ini, betul-betul membuat akses ke empat kecamatan; Binjai Hulu, Ketungau Hilir, Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu terputus.

Contohnya banjir yang terjadi bulan November 2010 hingga Januari 2011. Saat itu hasil survey sebuah perusahaan di Binjai, dari panjang 12 Km hanya tersisa lima Km yang tidak terendam banjir. Menurut catatan, saat itu SPBU di desa Dak Jaya kecamatan Binjai Hulu selama tiga bulan hanya beroperasi selama 18 hari saja. Itu disebabkan pasokan dari Depot Pertamina Sintang tidak bisa masuk ke Binjai Hulu.

Kegiatan betonisasi di salah satu ruas jalan di pinggiran kota Sintang.

Setelah kemudian secara bertahap dilakukan perkerasan permukaan berupa pengaspalan, concrete trade base (CTB) dan perkerasan lapis pondasi bawah (LPB) granular, ruas jalan ini menjadi lebih baik pada pasca banjir.

Segera Betonisasi Jalan

Seorang praktisi sipil konstruksi lokal, Wesno, ST kepada media ini, Jumat (26/11/2021) berpendapat bahwa betonisasi permukaan jalan adalah jalan keluar yang harus segera dimulai. Mahal diawalnya namun monumental karena berusia panjang. Dibandingkan dengan belasan tahun menggelontorkan ratusan miliar untuk produk akhir tanah jauh mahal.

“Kedepan posisinya harus dibalik antara anggaran pemeliharaan dan anggaran peningkatan. Anggaran peningkatan harus lebih besar dari anggaran pemeliharaan. Sebab digelontorkan pun anggaran ratusan miliar jika produk-akhirnya masih tanah umurnya hanya sesaat, dalam beberapa bulan akan bonyok lagi. Adalah fakta yang tidak dapat dibantah, anggaran ratusan miliar untuk pembangunan jalan selama puluhan tahun, sekarang hasilnya nihil atau kembali ke angka Nol,” ucap Wesno.

Masih menurut mantan pemilik biro konsultan teknik ini, banjir di Sintang dan sekitarnya merupakan banjir tahunan yang tak dapat dielakan. Jangan hanya menyoroti banjirnya saja, yang tak kalah penting adalah bagaimana kondisi pada pasca banjir.

Tidak ada pilihan lain, kedepan untuk ruas-ruas jalan yang rawan tergenang banjir haruas di betonisasi. Disaat frekuensi lalu-lintas belum sepadat sekarang, orientasi fungsional dengan UPJJ (Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan) masih relefan untuk kedaruratan. Namun kedepan harus memperbanyak kegiatan peningkatan.

“Untuk saat ini, dimana frekuensi lalu-lintas semakin padat dan tonase angkutan semakin berat, kegiatan peningkatan jalan menjadi prioritas,” ucapnya.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas