Sekilas Info

Pemkab Sosialisasi Darurat Banjir, WIKA Optimis Rampung Sebelum Februari

Pemkab Sintang Menggelar Sosialisasi Darurat Banjir bersama Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam Balai Wilayah Sungai Kalimantan I dan PT. Wijaya Karya (WIKA) di Balai Praja Kantor Bupati Sintang

SINTANG | SenentangNews.com- Kehadiran Pembangunan Geobag di Kabupaten Sintang menjadi upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) guna memberikan solusi penanganan jangka pendek terhadap bencana banjir di Kabupaten Sintang.

Merespon pelaksanaan tersebut, Kamis (25/11/2021) Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar sosialisasi kepada masyarakat Sintang mengingat akan segera dimulainya pelaksanaan pengerjaan pemasangan geobag tahap pertama di pinggiran Sungai Melawi oleh PT. Wijaya Karya (WIKA).

Seketaris Daerah Sintang (Sekda) Yosepha Hasnah mengatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan langkah awal dari Kementerian PUPR yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan I dalam penanganan darurat banjir di Kabupaten Sintang.

“Kegiatan ini (pemasangan geobag) maksudnya baik dalam rangka meminimalisir ketika terjadi banjir besar sebagai dampak La Nina yang oleh BMKG akan terjadi puncaknya pada Desember 2021 sampai Januari-Februari 2022 mendatang,”katanya.

Pemkab Sintang kata Yosepha menyambut baik niat pemerintah pusat dalam penanganan darurat banjir. Namun demikian program pemasangan geobag ini dengan beberapa catatan seperti melakukan kembali sosialisasi berbagai stakeholder termasuk tokoh-tokoh masyarakat.

“Kami berharap program ini nantinya bisa diterima oleh masyarakat di pesisir sungai melawi dan Kapuas sebab pemasangan geobag ini akan memakan separuh badan jalan. Lebar geobag ini 1,8 meter dan akan diletakan di badan jalan,”harap Sekda.

Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Sampurno menyampaikan bahwa sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk masukan dari berbagai stakeholder.

“Hasil sosialisasi nantinya akan kami bahas selanjutnya apakan bisa diterima oleh masyarakat atau tidak. Karena konstruksi geobag ini memerlukan pondasi yang kuat,"katanya.

Menurut Sampurno pemasangan geobak akan dilakukan di badan jalan pinggir sungai Melawi dan kapuas "Rata-rata di pinggir sungai Melawi ini ada jalan yang kokoh. Jalan inilah yang akan kita gunakan sebagai fondasi pemasangan geobag,"jelasnya.

Dikatakannya pemasangan geobag ini merupakan kebijakan pemerintah yang sangat luar biasa untuk Sintang meskipun sifatnya hanya tanggap darurat.

“Jadi ini salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat untuk Sintang supaya banjir besar tidak terulang lagi. Sementara tahapan berikutnya adalah pekerjaan rekonstruksi yang studinya lebih detail,"ucapnya.

sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR, Sampurno menyarankan agar pemerintah Daerah Sintang melakukan koordinasi dengan Pempus terkait dengan pembebasan lahan.

"Soal pompa dan ganti rugi bangunan, kami menyarankan Pemda setempat untuk melakukan koordinasi supaya masyarakat mengerti dan menerima program ini,"sarannya.

Maneger Kontruksi PT WIKA, Daniel Resdianto

Terpisah Koordinator Tanggap Darurat Kabupaten Sintang Daniel Resdianto mengatakan untuk penanganan banjir tanggap darurat di Kabupaten Sintang diperlukan pembangunan Geobag dan Geotube sementara sambil menunggu kajian secara menyeluruh untuk jangka panjang.

Menurutnya sistem Geotube yang akan diterapkan di Sintang adalah cara yang paling cepat dan efektif dalam menangani ancaman dari La Nina yang akan dipredisi pada bulan Februari 2022 mendatang. “Jadi konsep Geotube ini akan sangat efektif meskipun hanya bersifat sementara,”kata Daniel.

Melalui sosiaslisai ini pihaknya akan sangat welcome terhadap penanganan darurat banjir di Kabupaten Sintang.
“Intinya kami terbuka. Kalau ada metode yang lebih baik lagi nanti akan kami samapaikan ke pusat untuk mendapat kajian mendalam,”jelas Daniel.

Sejauh ini kata Daniel pihaknya masih melakukan pemetaaan dari udara dan menghimpun informasi dari masyarakat terhadap pemasangan Geobag di Kabupaten Sintang.

“Kalau dari konsep yang kita lihat, panjangnya sekitar 13,2 kilometer terbagi menjadi tiga area. Untuk tahap awal nanti akan kita lakukan di ujung pertemuan sungai melawi dan Kapuas. Jadi yang akan kita pasang nantinya geotube sedangkan geobag hanya untuk kombinasinya,”jelas  .

Pembuatan tanggul dengan teknologi geotube, lanjut Daniel tak lain untuk menahan banjir besar supaya tidak terulang kembali di Sintang. “Karena dengan teknologi geotube ini paling tidak dapat meminimalisir dampak banjir yang akan diprediksi februari 2022 mendatang. Targetnya sebelum Februari sudah rampung,” ujarnya.

Penulis: Oktavianus Beny