Sekilas Info

Peneliti Senior Noer Rachman Faozi Pertajam Program Gerakan Keling Kumang

Saat mengunjungi tempat pengolahan gula aren.

SINTANG | SenentangNews.com – Akademisi sekaligus peneliti senior Noer Rachman Faozi yang akrab dipanggil Ozy, selama dua hari tanggal. 22-23 November kunjungi obyek-obyek Gerakan Keling Kumang yang berada di kabupaten Sekadau dan kabupaten Sintang.

Doktor jebolan University of California, Berkeley, USA dan mantan Staf Khusus dari Kepala Staf Khusus Presiden (KSP) ini, sejak lulus dari Universitas Pajajaran Bandung pernah aktif di Lembaga Pendidikan Pengembangan Pedesaan (LPPP). Pernah aktif di Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), juga aktif sebagai fasilitator di Indonesian for Sosiety for Social Tranformation (INSIST). Beberapa waktu lalu dirinya ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai anggota Dewan Pengawas di Perum Perhutani.

Obyek-obyek yang dikunjungi antara lain, Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) di Sekadau, Pusat Pembibitan Kakau di Tapang Sambas dan Eko Wisata Taman Klempiau di Tapang Sambas. Di hari kedua mengunjungi tempat Pengolahan Gula Aren di Baning Sintang, gudang distributor di Baning Kota dan Agro Wisata di Kelam Permai.

Saat berada di Agro Wisata di Kelam Permai.
Suasana diskusi tiga jam.

Semua obyek adalah bagian dari empat koperasi dan dua buah yayasan. Rinciannya, Koperasi Produsen Keling Kumang Agro (KKA) memiliki 700 anggota, Koperasi Konsumen Keling Kumang Union (KKU) memiliki 26 ribu anggota, Koperasi Jasa Keling Kumang Tampun Juah (KKTJ) memiliki 1.600 anggota dan KSP CU Keling Kumang (KSP CUKK) 201.784 anggota. Kelompok yayasan, Yayasan Pendidikan Keling Kumang (YPKK) di Sekadau dan Yayasan Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Ibanik (YPPSDI) di Tapang Sambas.

Kunjungan ini dipungkas dengan acara diskusi di private meeting room di Kantor Sentral KSP CUKK jalan YC. Oevang Oeray Baning Sintang. Hadir dalam diskusi selama tiga jam ini para Pengurus dan Pengawas dari empat koperasi dan dua yayasan, CEO KSP CUKK Valentinus dan para deputi serta sejumlah aktivis.

Penulis banyak buku tentang agraria ini tertarik dengan keberadaan ITKK, yang menurutnya dapat dijadikan sebagai sumber panen pengetahuan tentang semua yang dikerjakan Gerakan Keling Kumang. ITKK harus memiliki layanan pengetahuan untuk belajar tentang gerakan ini, semua ada di sana.

“Tiga Prodi di ITKK bisa dipadukan dengan Gerakan. Para Dosen harus mengerti gerakan ini. Layanan pengetahuan harus dipancarkan. Sekarang tidak lagi dugunakan istilah menimba ilmu, seperti menimba air di sumur,” kata Ozy.

Masih secara panjang-lebar Ozy memaparkan berbagai analisis terobosan dan kajian yang dapat dilakukan, utamanya dengan keberadaan ITKK. Memanen sendiri pengetahuan dari pelaku dan mendokumentasikan ribuan teknologi kampong sebagai sumber pengetahuan. Gerakan boleh dikatakan berhasil, jika para pelakunya berhasil.

Kepada media ini saat ditanya kesan dari kunjungannya, spontan dirinya menjawab bahwa tidak ada gerakan ekonomi kerakyatan yang seperti ini.

“Kesan saya, hebat,” tegasnya.

Menurut Ketua Dewan Pengurus KSP CUKK (Eks Ofisio semua koprasi dan yayasan) Stefanus Masiun, dengan analogi yang menarik Ozi telah menajamkan semua program Gerakan Keling Kumang yang sudah ada. Ozi juga memberikan beberapa pilihan inovasi dari sumber daya yang memang sudah tersedia dan sistem yang sudah dibangun.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas