Sekilas Info

Enam Aktivis Penerima Bea Siswa KSP CUKK Sandang Gelar Sarjana

Komitmen Gerakan Keling Kumang Tingkatkan SDM

Enam dari delapan aktivis KSP CUKK yang sempat diambil gambarnya saat diwisuda.

SINTANG | SenentangNews.com – Enam orang aktivis penerima bea siswa KSP CU Keling Kumang (KSP CUKK) telah menyelesaikan masa perkuliahannya. Mereka termasuk dalam 331 wisudawan yang diwisuda pada 30 Oktober lalu pada acara Wisuda Universitas Kapuas (UNKA) Sintang Angkatan Ke XVIII Tahun 2021. Dengan demikian, semakin banyak aktivis KSP CUKK yang menyandang gelar sarjana.

Yang diwisuda pada hari itu sebetulnya ada delapan orang. Seorang diantaranya kuliah atas prakarsa sendiri karena masa kerja belum cukup untuk mendapatkan bea siswa. Seorang lainnya pada saat melamar di KSP CUKK memang tengah kuliah.

Kedelapan aktivis yang baru saja diwisuda adalah, Melkyor Akwila Rintura, SH, Erikson Arisandi Simanjuntak, SH, Gabriel Gombang Setiawan, SH, F. Xaverius Tri, SP, Adi Ujang, SP, Susiana, S.A.B, Frengky, S.A.B, dan Asteria Paula Octari Amoy, S.A.P.

Menurut penjelasan dari Human Resources Management (HRM) Head Kenedi Tian, Kamis (4/11/2021), pada bulan September 2021 yang lalu KSP CUKK juga telah memberikan bea siswa kepada 60 orang aktivis untuk jenjang S1 di Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau..

Bagi KSP CUKK para aktivisnya adalah aset penting yang harus ditingkatkan pengetahuannya. Mereka harus menjalankan ‘sistem’ yang terus-menerus ditingkatkan, yang muaranya adalah terwujudnya peningkatan pelayanan terhadap anggota. Anggota KSP CUKK yang harus dilayani saat ini sudah mencapai 200 ribu orang lebih, tersebar di 66 branch office di enam kabupaten/kota.

Chief Executive Office (CEO) KSP CUKK, Valentinus turut menjelaskan, bahwa dalam menghadapi revolusi keempat Four Zero Point saat ini serta semakin kompleknya tantangan kedepan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) di lembaga yang dipimpinnya ini bersifat wajib.

“Program peningkatan SDM di KKSP CUKK sudah berlangsung selama belasan tahun, bahkan sudah ada aktivis yang selesai tugas belajar dijenjang Magister. Peningkatan kualitas aktivis harus berbanding lurus dengan kemajuan teknologi yang dibangun di lembaga ini yang sudah menerapkan digitalisasi,” kata Valentinus.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas