Sekilas Info

RUMP Selaraskan Strategi Investasi Pembangunan Sintang Berkelanjutan

Plh bupati Sintang Yosepha Hasnah bersama OPD mengahdiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Revisi Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) di Hotel My Home, Senin (18/10/2021)

SINTANG I SenentangNews.com- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Revisi Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) di Hotel My Home, Senin (18/10/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri kepala OPD dilingkungan Pemkab Sintang serta undangan lainnya dibuka langsung Plh Bupati Sintang Yosepha Hasnah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang Erwin Simanjuntak menyampaikan bahwa tujuan dari FGD revisi RUPM Kabupaten Sintang adalah sebagai sarana diskusi terarah terhadap topik yang akan di kolaborasi dan dituangkan lebih lanjut di dalam naskah akademik RUPM.

Menurutnya saat ini pihaknya tengah menyusun Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2022 guna mendukung pembangunan daerah yang berdaulat.

"Ada empat topik yang akan kami diskusikan adalah kebijakan, arah dan strategi penanaman modal, prioritas arah investasi Kabupaten Sintang, kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari sektor utama untuk pengembangan investasi dan konstribusi sosial, ekonomi dan lingkungan dari arah investasi,"kata Erwin.

Pelaksana Harian Bupati Sintang Yosepha Hasnah mengatakan bahwa Pemkab Sintang berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan Sintang yang berkelanjutan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup.

"Inilah yang menjadi komitmen pemerintah kabupaten sintang saat ini. komitmen ini telah dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL),"katanya.

Dalam tatanan program dan kegiatan kata Yosepha diperlukan penyelarasan visi dan misi pemerintah Sintang. "Rencana aksi ini ditujukan agar visi Sintang Lestari” benar-benar secara operasional diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021–2026 dan ke dalam program-program Organisasi Perangkat Daerah (OPD),"jelasnya.

Yosepha menilai FGD ini sangat penting sebab Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) merupakan dokumen perencanaan jangka panjang yang didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal.

"Perpres ini menegaskan bahwa RUPM mempunyai fungsi yang dapat mensinergikan dan mengoperasionalisasikan seluruh kepentingan sektoral terkait, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penetapan prioritas sektor-sektor yang akan dipromosikan/ditawarkan kepada investor,” jelasnya.

Oleh karena itu penyusunan naskah akademis RUPM diperlukan pemikiran bersama untuk merumuskan kebijakan, arah dan strategi penanaman modal Kabupaten Sintang ke depan dengan demikian dokumen RUPM diharapkan dapat menjadi panduan dalam penyelenggaran penanaman modal serta dokumen yang mampu menterjemahkan bahasa kebijakan.

"Saya mengharapkan agar proses penyusunan RUPM dilakukan dengan serius dan sungguh sungguh. Kepada pimpinan atau pejabat teknis dari perwakilan OPD dapat berkontribusi dengan baik sehingga kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini dapat menghasilkan masukan-masukan yang bermanfaat bagi pembangunan kabupaten sintang terutama dalam penyelenggaraan kegiatan penanaman modal,"pungkasnya.

Penulis: Oktavianus Beny