Sekilas Info

Penanganan Stunting Harus Libatkan Lintas Sektoral

Asisten I Setda Sintang Yustinus membuka pelaksanaan kegiatan Workshop Bergerak Bersama Menurunkan Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), yang dilaksanakan di Aula Bank Kalbar Cabang Sintang

SINTANG I SenentangNews.com- Pencegahan stunting menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sintang saat membuka pelaksanaan kegiatan Workshop Bergerak Bersama Menurunkan Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), yang dilaksanakan di Aula Bank Kalbar Cabang Sintang, Selasa (12/10/2021).

Hal itu menjadi perhatian Pemkab Sintang karena Kabupaten Sintang memiliki angka stunting masih cukup tinggi meskipun trennya menurun dari tahun ke tahun.

"Untuk menekan serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta Stunting diperlukan Kerjasama lintas sectoral,"kata Yustinus.

Menurut Yustinus penurunan angka stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka Panjang yang bisa menghambat tumbuh kembang anak dan penurunan produktivitas.

"Jadi untuk menekan angka kematian bayi di Kabupaten Sintang maka diperlukan Kerjasama dan koordinasi antar lintas sectoral maupun lintas program,"jelas Yustinus.

Yustinus juga mengapresiasi atas terselenggaranya pelaksanaan kegiatan ini mengingat kegiatan AKI, AKB dan stunting merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Dimana Pemerintah Daerah harus bersinergi dengan semua pihak agar pembangunan Kesehatan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan.

"AKI, AKB, dan Stunting merupakan tantangan yang harus dihadapi. Tiga masalah Kesehatan ini merupakan isu strategis, yang dimana Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah wajib melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat menanggulangi ketiga kasus tersebut," ucapnya.

Dikesempatan itu Yustinus berpesan kepada seluruh peserta Workshop Bergerak Bersama Menurunkan Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta meningkatkan Kerjasama dalam menurunkan AKI, AKB, dan Stunting.

“Saya menghimbau untuk bersama berkomitmen peningkatan kualitas mutu layanan kesehatan bagi ibu, anak dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan pencegahan stunting dan saya berharap dengan kegiatan ini peningkatan kerjasama menjadi lebih baik dengan lintas program dan lintas sektoral untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kesehatan ibu dan dan anak demi terwujudnya penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Sintang,"pungkasnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Florida Ida menjelaskan bahwa kondisi Angka Kematian Ibu ditahun 2020 & 2021.

"Kami sampaikan kondisi Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sintang pada tahun 2020, jumlah AKI sebanyak 18 Kasus, yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas, kemudian untuk ditahun 2021 sampai hari ini (12 Oktober 2021) sudah ada 18 kasus kematian yang juga disebabkan oleh 7 orang karena terpapar covid-19, dan sisanya disebabkan oleh kehamilan ,persalinan dan nifas," jelasnya.

Florida Ida juga menjelaskan bahwa selama 3 tahun mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Sintang. “Pada kondisi stunting di Sintang, pada tahun 2017 sekitar 44,1% kasus stunting, namun pada tahun 2020, kondisi stunting menurun menjadi 30,75%, tentu ini berkat kerja keras tim di Kabupaten Sintang,"ujarnya.

Florida Ida berharap dengan terselenggaranya kegiatan Workshop ini dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang

"Harapan kami dengan adanya pertemuan pada saat ini, kita bisa bersama-sama membangun, membantu, memberikan manfaat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, dan Stunting di Kabupaten Sintang”, harapnya.

Penulis: Oktavianus Beny