Sekilas Info

Segera Akan Lakukan Optimalisasi

Capaian Hingga Tahun 2020 Dukcapil Sintang Baru Terbitkan 6.893 Akta Kematian

Agus Jam, Kadisdukcapil Sintang.

SINTANG | SenentangNews.com – Di kabupaten Sintang, kesadaran betapa pentingnya Akta Kematian bagi ahliwaris belum menunjukan peningkatan. Data yang diperoleh dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sintang, Agus Jam, Selasa (5/10/2021), data penduduk tentang Kepemilikan Akta Kematian hingga tahun 2020 ini tercatat baru ada 6.893 Akta.

Agus Jam juga merincikan data untuk di 14 kecamatan. Di kecamatan Sintang 1.687, Kecamatan Tempunak 614, Kecamatan Sepauk 972, Kecamatan Ketungau Hilir 325, Kecamatan Ketungau Tengah 383, Kecamatan Ketungau Hulu 263. Kecamatan Dedai 576, Kecamatan Kayan Hilir 341, Kecamatan Kayan Hulu 238, Kecamatan Serawai 179, Kecamatan Ambalau 105, Kecamatan Kelam Permai 310, Kecamatan Sungai Tebelian 645 dan Kecamatan Binjai Hulu 255.

Para ahli waris seharusnya mengerti betapa pentingnya Akta Kematian ini. Utamanya demi kepastian hukum karena dicatat oleh negara serta sebagai dasar atas hak-hak keperdataan. Bagi ahli waris akan lebih mudah disusun pembagian harta waris. Juga jika suami/isteri yang ditinggal Almarhum bermaksud akan menikah lagi.

“Begitu juga hubungan sosial ekonomi yang lain, seperti untuk mengurus klaim asuransi, dana Taspen, dana pensiun, dan lain sebagainya akan lebih mudah dengan persyaratan akta kematian,” kata Agus Jam

Dukcapil Sintang Kedepan segera lakukan optimalisasi pelayanan dokumen kependudukan. Ada empat strategi optimalisasi yang harus dilakukan. 1. Optimalisasi sosialisasi dan pelayanan keliling. 2. Optimalisasi Pemutakhiran data melalui Desa Sadar Adminduk untuk pembaharuan data berkenaan dengan kelahiran, kematian pindah dan datang (LAMPID).

Kemudian ke 3, Bekerjasama dengan Perangkat Desa untuk melakukan pendataan jumlah Rukun Kematian per desa. 4. Bekerjasama dengan Rukun Kematian yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembuatan Buku Pokok Pemakaman (BPP) yang diserahkan kepada petugasnya untuk memudahkan pencatatan Akta Kematian.

“Dengan demikian negara betul-betul hadir melalui Dukcapil di setiap tahapan kehidupan penduduk. Terus menerus mencatat peristiwa kependudukan sejak warga negara lahir, masa kanak-kanak hingga remaja dengan Kartu Identisas Anak (KIA), saat dewasa dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan saat perkawinan hingga akhir hayatnya,” kata Agus Jam.

Penulis: Kris Lucas