Sekilas Info

Lasarus Buka Kegiatan Padat Karya Di UPBU Tebelian Sintang

Ini Keterangan Dari Dirjen Perhubungan Udara

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, Maria Kristi Endah Murni.

SINTANG | SenentangNews.com – Ketua Komisi V DPRRI Lasarus, hari Sabtu (25/9/2021) membuka kegiatan Program Padat Karya di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Tebelian Sintang Tahun 2021. Kegiatan ini adalah untuk kedua kalinya sejak tahun 2020 lalu. Acara ini dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang Yosepha Hasnah dan Forkopimda Sintang, sejumlah anggota DPRD dan pimpinan OPD, Camat Sungai Tebelian dan Forkopimcam Sungai Tebelian.

Di tahun 2020 lalu, Kementerian Perhubungan RI diwakili oleh Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Elfi Amir. Untuk kali ini kegiatan yang mengusung Tema: Peran Serta Ditjen Perhubungan Udara dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Kegiatan Pendukung Program Padat Karya, diwakili oleh Direktur Angkutan Udara Maria Kristi Endah Murni.

Menurut laporan Ketua Pelaksana Kegiatan, Patah Atabri - yang juga Kepala Kantor UPBU Kelas II Tebelian – dari sisi jumlah pekerjanya pun ada peningkatan signifikan. Jika pada kegiatan tahun 2020 sebanyak 300 orang, untuk tahun 2021 ini telah meningkat menjadi 350 orang..

“Ada beberapa jenis pekerjaan. Dan para pekerja ini seluruhnya berasal dari desa-desa sekitar Bandara Tebelian yaitu desa Manter, desa Sungai Ukoi dan desa Kunyai,” terang Patah Atabri.

Maria Kristi Endah Murni saat membacakan sambutan Dirjen Perhubungan Udara menginformasikan latar belakang dari kegiatan pendukung Program Padat Karya Tahun 2021 ini. Yang merupakan komitmen pemerintah untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan. Dalam mengurangi dampak ekonomi terhadap masyarakat terdampak Pandemi.

Menurut grafik Biro Pusat Statistik meningkatkanya penduduk miskin di Indonesia bertambah menjadi 26,4 juta orang per Maret 2020, tertinggi sejak tahun 2017. Kemudian Maria Kristi merincikan sejumlah daerah dengan peningkatan kemiskinan tertinggi, tidak termasuk Kalimantan Barat.

Untuk hal tersebut Ditjen Perhubungan Udara melalui kegiatan pendukung Program Padat Karya melaksanakan beberapa kegiatan memanfaatkan dana pemeliharaan fasilitas Bandara dan kegiatan perawatan di Bandara yang dilaksanakan melalui skema bantuan langsung dengan memperkerjakan masyarakat lokal yang terdampak wabah ini. Juga memanfaatkan alokasi Belanja Modal yang pelaksanaannya dapat mengikutsertakan masyarakat lokal.

Kegiatan Padat Karya diimplementasikan melalui kegiatan sederhana atau kegiatan yang tidak memerlukan keahlian khusus. Antaralain pemotongan rumput ekstrim, pembersihan saluran, pengecatan dan pembersihan terminal, perbaikan jalan lingkungan, pembuatan drainese dan lain-lain.

Maria Kristi juga memaparkan kilas balik terkait fungsi dan tujuan program Padat Karya. Sejak kasus pertama Covid-19 pada Maret 2020 dan semakin merebaknya Pandemi di Indonesia, telah menyebabkan menurunnya berbagai sektor ekonomi nasional. Terus bertambahnya tenaga kerja terdampak PHK dan dirumahkan, hilangnya mata pencaharian dan berkurangnya daya beli sebagian masyarakat.

“Pelaksanaan program Padat Karya ini, diharapkan memiliki fungsi yang luas tidak hanya dalam rangka perbaikan gizi buruk, namun juga diharapkan dapat sedikit mengurangi beban ekonomi pekerja terdampak Covid-19,” kata Maria Kristi.

Program ini juga dalam upaya menjalankan program instruksi pemerintah antara lain menciptakan lapangan kerja di desa dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Untuk tahun 2021 ini kegiatan pendukung program Padat Karya ditargetkan pelaksanaan di 29 provinsi 127 desa kabupaten dengan alokasi biaya upah sekitar Rp. 26 Miliar. Diharapkan dapat menyerap 7.000 orang tenaga kerja di seluruh Indonesia.

“Sampai dengan per 17 September 2021 telah terrealisasi di 22 provinsi 59 kabupaten dan menyerap 2.500 orang tenaga kerja dengan biaya upah terserap Rp. 4,22 Miliar. Kegiatan ini merupakan kepedulian Ditjen Perhubungan Udara terhadap masyarakat lokal sebagai penerima manfaat langsung dengan adanya Bandar Udara ini. Selain berfungsi sebagai alat untuk percepatan pengentasan kemiskinan khususnya di kabupaten Sintang,” kata Dirjen Perhubungan Udara yang dibacakan Maria Kristi.

Kegiatan pembukaan ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan Plh. Bupati Sintang dan Ketua Komisi V DPRRI Lasarus, serta penyematan tanda peserta Padat Karya secara simbolik sebagai tanda dimulainya kegiatan ini.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas