Sekilas Info

Pemkab Sintang Gelar Upacara Pelepasan Jenazah Wakil Bupati Sudiyanto

Pemkab Sintang menyelenggarakan upacara pelepasan jenazah wakil bupati sintang di halaman kantor bupati sintang senin 20 september 2021

SINTANG I SenentangNews.com- Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar upacara pelepasan Jenazah Wakil Bupati Sintang di Halaman Kantor Bupati Sintang, Senin (20/9/2921).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Pemerintah Kabupaten Sintang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus.

Yustinus menyampaikan bahwa pada hari Ini Senin tanggal 20 September 2021 Pemkab Sintang telah kehilangan salah satu putera terbaik bangsa yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai Wakil Bupati Sintang periode tahun 2021-2026 pada Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, Saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa Almarhum selama mengabdikan diri di Pemerintah Kabupaten Sintang. Semoga Almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima segala amal bhaktinya,”ucap Yustinus.

Mewakili pihak keluarga Wiro Pranata menyerahkan jenazah kepada Pemerintah Kabupaten Sintang dengan sebuah upacara di Halaman Kantor Bupati Sintang pada Senin, 20 September 2021.

“Kepada Pemerintah Kabupaten Sintang, kami atas nama keluarga Almarhum mengucapkan terima kasih yang setulusnya atas segala yang telah dilakukan,” ucap Wiro Pranata.

Sebelum pemakaman di Teluk Menyurai Misa Requiem Almarhum Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, digelar di Gereja Katolik Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian yang dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Sintang RD Leonardus Miau.

Seperti diketahui wakil bupati Sintang Sudiyanto menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM Jakarta pada Sabtu 18 september 2021.

Jenazah tiba di Kabupaten Sintang pada Minggu tanggal 19 September sekitar pukul 14.10 WIB di rumah duka Gang Efata Kecamatan Sintang.

Almarhum Sudiyanto lahir di Entajak pada 10 Juni 1961 dari orangtua bernama Yohanes Beda dan Maria Panta. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Maria Magdalena dengan 2 (dua) orang anak, yang masing bernama Agust Sulendra dan Yohanes Leo Sandiawan.

Penulis: Oktavianus Beny