Sekilas Info

Mereka Yang Ekonominya Bertahan Di Masa Pandemi

Julian Sahri, Anggota DPRD Sintang.

SINTANG | SenentangNews.com – Menurut Anggota DPRD Sintang Julian Sahri, dalam masa Pandemi Covid-19 ini tinggal petani perkebunan yang ekonominya mampu bertahan serta masih mampu menyisihkan tabungan. Khususnya para petani perkebunana sawit swadasa.

Saat ini harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit berkisar antara Rp. 2.200 – Rp. 2.400 per kg. Baik petani mandiri maupun petani plasma sistim KKPA, penghasilan perbulannya dapat mencapai Rp. 8 juta - Rp. 10 juta. Belum diketahui secara jelas, penghasilan petani dengan pola kemitraan. Namun mereka juga masih terbilang mampu bertahan.

“Demikian juga bagi petani karet. Belakangan ini harga karet cukup lama bertahan pada harga Rp. 9.000,- - Rp. 9.500,- per kg,” kata Julian Sahri kepada media ini, Kamis (29/7/2021) pagi di Sintang.

Untuk warga Kalimantan Barat khususnya di bagian hulu, tidak banyak aneka pekerjaan yang dapat dijadikan mata pencarian. Oleh sebab itu, berkebun sawit swadaya menjadi pilihan utama. Terlebih warga pedalaman masih banyak memiliki lahan yang potensial untuk ditanami sawit. Julian berharap, agar warga pedalaman jangan tergesa-gesa menjual lahan miliknya.

Dikatakan Julian, bahwa dirinya akan membuka areal pembibitan. Bukan hanya untuk melayani kebutuhan kebun miliknya saja, juga untuk melayani para petani swadaya. Dalam waktu dekat, dirinya akan mulai menjajagi pusat-pusat pembibitan bersertifikat yang ada di Kalimantan Barat atau bahkan dari luar pulau.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas