Sekilas Info

CUKK Gelar Rapat Anggota Luar Biasa

Saat penandatanganan dokumen Berita Acara RALB.

SEKADAU | SenentangNews.com – Sejak didirikan pada tahun 1992 hingga hampir berusia 29 tahun sekarang ini, untuk pertama kalinya Credit Union Keling Kumang (CUKK) menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB). Jika pun tidak ada kondisi luar biasa, pasti ada hal yang bersifat harus segera diketahui oleh para anggotanya. Tidak harus menunggu RAT Tahun Buku 2021.

RALB diselenggarakan secara virtual berpusat di kantor pusat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CUKK di Tapang Sambas, Sabtu (19/6/2021), disambungkan dengan 66 buah branch office (BO) yang tersebar di enam kabupaten/kota. Menurut pihak Panitia, jumlah anggota peserta yang diundang sebanyak 640 orang, namun yang berkesempatan hadir ada 590 orang atau 92 persen.

Kepada media ini, sejumlah anggota peserta RALB yang ditemui di tempat kegiatan, meski hanya sekilas sempat mengakui kegelisahannya. Namun kemudian para anggota menjadi merasa tenang setelah melihat Tema dari RALB, yakni “Penyesuaian Produk dan Layanan Terhadap Perkembangan Terkini Yang Bersifat Mendasar.”

Karena aturan, khususnya Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian pasal 27 point 1,2 dan 3, mulai sekarang CUKK bernama KSP CUKK. Penambahan nama KSP diharapkan tidak akan memudarkan nilai-nilai CU. Karena antara KSP dan gerakan CU tidak sama persis, baik semangat, kemandirian, solidaritas, kegotong-royongan serta dari sisi historisnya.

RALB yang dipimpin oleh Ketua Pengurus KSP CUKK Stefanus Masiun dan Sekretaris Yohanes Joni Simus ini, dihadiri oleh Kepala Bidang Perizinan dan Kelembagaan Dinas Koperasi UKM (Disperindahkop UKM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Resmiguno. Diketahui, bahwa Resmiguno adalah pejabat yang sudah mengenal secara mendalam gerakan CU. Selain itu turut hadir juga Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sekadau, Emanuel.

Ada dua kelompok undangan. Yaitu kelompok peserta dan kelompok peninjau. Dari kelompok peserta terdiri dari para anggota utusan branch office (BO), Penasehat, Pengurus dan Pengawas, Chief Executive Officer (CEO), para Kepala Departemen, para Area Manager dan para Branch Manager. Dari kelompok peninjau terdiri dari para Pendiri, para Pengurus dan Pengawas periode sebelumnya, Undangan Umum, Mitra dan Wartawan.

CEO KSP CUKK Valentinus, dalam sambutannya menyebutkan CUKK telah kembali murni sebagai koperasi. Tidak lagi diperbolehkan mengelola produk-produk sosial, karena akan dianggap menjalankan praktik asuransi. Juga tidak melakukan praktik perbankan. Yang disebut produk sosial ini umumnya terkait dengan santunan. Contohnya, Solidaritas Rawat Inap Anggota, Solidaritas Meninggal Dunia Anggota, Solidaritas Kebakaran Anggota.

Sebelumnya, produk solidaritas dikelola oleh CUKK sendiri. Berikutnya untuk layanan sosial akan diarahkan kepada pihak ketiga (Jasa Asuransi, red). Kegiatan KSP hanya ada tiga, yaitu Simpanan, Tabungan dan Pinjaman. Juga ada beberapa produk layanan yang sudah disesuaikan.

“Selebihnya dalam RALB ini adalah penyempurnaan Pola Kebijakan yang telah disetujui pada RAT Tahun Buku 2020,” kata Valentinus.

Menurut Stefanus Masiun, KSP CUKK adalah yang paling pertama mendaftarkan diri di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Jadi CUKK akan terbebas dan steril dari praktik-praktik pencucian uang.

“Jika ditemukan ada transaksi yang mencurigakan, biasanya dari jumlahnya, maka KSP CUKK akan menginformasikan kepada pihak PPATK. Meskipun sebesar apa pun jumlah transaksi belum tentu ada kaitannya dengan tindak pencucian uang,” terang Masiun.

Sementara itu arahan dan sambutan dari Kepala Disperindahkop UKM Kalbar, Ansfridus J. Andjioe yang dibacakan oleh Resmiguno pada intinya mengatakan bahwa Koperasi sebagai badan usaha, tidak dapat terlepas dari regulasi yang diatur pada sektor-sektor lainnya.

Disamping menyadari bahwa Disperindagkop UKM masih belum dapat memberikan pembinaan yang maksimal terhadap koperasi-koperasi yang menjadi kewenangannya, bersama Kementerian Koperasi dan UKM akan terus melakukan koordinasi, komunikasi dan penyebaran informasi kepada semua koperasi. Termasuk apabila ada aturan-aturan dan regulasi-regulasi baru.

“Disperindagkop UKM Provinsi berharap mendapat masukan dan saran dari pihak koperasi-koperasi. Sinergitas dan kerjasama antara Disperindagkop UKM Kalbar dengan Disperindagkop UKM Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat perlu terus ditingkatkan,” tulis Ansfridus J. Andjioe.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas