Sekilas Info

Peduli Petani Kakao, PT BAM Komitmen Bantu Petani

SINTANG I SenentangNews.com- PT Betang Agro Mandiri (BAM) satu diantar unit Bisnis Credit Union Keling Kumang menunjukan komitmen pendampingan kepada para petani kakao yang tersebar di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Sanggau.

Hal tersebut didasari tingginya komoditas kakao di daerah ini dan mulai diminati masyarakat luas. selain harganya stabil perawatan tanaman kakao ini juga sangat terbilang mudah.

Manajer PT Betang Agro Mandiri (BAM) satu diantar unit Bisnis di Gerakan Credit Union Keling Kumang Francoes Mitter memberikan apresiasi kepada para petani yang memiliki semangat juang tinggi di tengah serangan COVID-19 ini. Pihaknya menghargai semangat para petani yang terus menjalankan profesi, sebagai petani kebun kakao. Tentunya semangat ini perlu mendapat pembinaan dan perhatian.

"Kita mau setiap biji kakao yang dihasilkan dari para petani secara kualitas tetap terjaga. Dengan kualitas terjaga maka harga jual biji kakao juga bisa tetap stabil,"katanya.

Menurut Mitter, sejauh ini, harga jual biji kakao sudah cukup bagus. Namun tetap harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu pihaknya terus memberikan penyuluhan dan menyediakan bibit yang telah disertifikasi oleh balai benih nasional bagi petani yang membutuhkan bibit.

"Sedangkan petani yang sudah menanam bibit lokal, diberikan pendampingan secara terus menerus. Agar kualitas biji yang dihasilkan semakin baik. Terlebih biji kakao ini bisa diolah menjadi berbagai jenis produk seperti produk makan dan produk kecantikan,"jelanya.

Sejauh ini dikatakan Mitter petani dampingan PT BAM sudah menyebar di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Sanggau. Antusias masyarakat dalam menciptakan komoditi kakao baru cukup baik.

"Jika hasil kebun kakao itu berhasil dan sudah mulai produktif, tidak menutup kemungkinan Sintang menjadi salah satu sentra penghasil kakao di Kalbar,"imbuhnya.

Diki perwakilan dari Agropanah satu diantara mitra PT BAM menyampaikan, pihaknya akan memberikan dukungan kepada petani dalam mengembangkan produk lokal. Dia berharap setiap produk yang dihasilkan dari alam yang sehat, yang mengkonsumsinya juga sehat.

“Harapan kita setiap produk yang dihasilkan petani dapat menghasilkan produk yang sehat dan berkualitas. Sehingga generasi kita menjadi generasi yang sehat,"harapnya.

Salah satu petani kakao asal Selebak Kecamatan Tempunak, Jaong menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT. BAM dalam melakukan pendampingan kepada para petani kakao selama ini.

"Kami apresiasi atas bantuan PT. BAM dalam melakukan pendampingan serta kontribusinya kepada kelompok tani sehingga kedepan hasil kakao bisa semakin meningkat,"kata Jaong.

Menurut Jaong kakao saat ini sudah memiliki pasar yang jelas dan menjanjikan. Sehingga para petani tidak lagi kuatir mengembangkan tanaman kakao karena sudah ada pasar pembelianya di Kabupaten Sintang.

"Harga biji kering perkilo cukup menjanjikan yakni kisaran antara Rp 25.000 sampai dengan Rp. 27.000 per kilogram sedangkan biji basah Rp 6.000 sampai dengan Rp 10.000 per kilogram. Secara hitungan harga jual baik biji kakao basah maupun biji kering cukup bagus. sehingga kita pun semangat mau mengembangkan tanaman kakao,"pungkasnya.

Penulis: Edy
Editor: Oktavianus Beny