Sekilas Info

Mikael, Mantan BOD CUKK

Selain Tanam Sawit dan Karet Ayo Tanam Kakao

Mikael (Tengah) saat menunjukan kebun kakao miliknya yang ditumpangsarikan di hutan sekunder.

SEKADAU | SenentangNews.com - Meski tidak lagi menjanjikan, hubungan emosional antara petani karet dengan kebunnya masih tetap erat. Di Kalimantan Barat ini, dari generasi ke generasi tanaman karet adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah kehidupan warganya.

Di saat orang ramai-ramai menanam sawit mandiri, para petani karet tetap merasa sayang untuk memusnahkan kebun karetnya. Lebih baik membuka lahan baru jika ingin menanam sawit. Karena serendah apapun harga karet toh tetap menghasilkan uang.

Demikian pula saat Gerakan Credit Union Keling Kumang (GCUKK) gencar mengkampanyekan tanaman kakao. Para pertani yang mulai bertanam kakao pun, tidak harus memusnahkan kebun karetnya. Tanaman kakao ternyata dapat ditumpangsarikan diantara tanaman komoditas lainnya.

Sebagaimana yang dipraktekan oleh Mikael (56), seorang petani di Dusun Tapang Sambas Desa Tapang Semadak Kabupaten Sekadau. Ada sebanyak 1.000 pohon kakau yang telah ditanam oleh Mikael, dan menurut keterangannya sekarang usia tanamannya sudah 15 bulan.

Masih menurutnya, berkebun kakao tidak harus membuka lahan baru. Karena tanaman ini dapat ditumpangsarikan dengan pohon karet atau tanaman berbatang tinggi lainnya. Bahkan jika akan menanam di hutan sekunder, tidak perlu menggundulkan hutannya karena cukup ditumpang-sarikan saja.

“Kebun kakau saya ini, adalah contoh dalam mempraktekan tanam kakao ditumpangsarikan di hutan sekunder,” kata Mikael, Sabtu (12/6/2021).

Tentang bibit, bagi dirinya tidak sulit untuk dapat membeli bibit unggul kakau. Kebetulan pusat pembibitan milik Betang Agro Mandiri Gerakan Credit Union Keling Kumang hanya sekitar 400 meter dari lokasi kebun miliknya. Area pusat pembibitan tersebut baru berkapasitas 40.000 bibit dan akan terus dikembangkan..

Mantan Ketua Dewan Pengurus CU Keling Kumang Periode 2012-2015 dan 2016-2020 ini menambahkan, bibit dari Keling Kumang ini bibit unggul klon MCC dan Sulawesi. Bibit ini telah lolos di Balai Pengawasan Sertifikasi Mutu Benih, dan dibawah pengawasan unit sertifikasi edar mutu benih dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar. Keling Kumang juga melakukan pelatihan budidaya dua kali dalam setahun, Dan mendatangkan ahlinya dari provinsi dan dari luar Kalbar.

“Bagi petani kakao yang masih memiliki kebun karet dan kebun sawit mandiri, berarti punya pendapatan harian, pendapatan bulanan sekaligus punya pendapatan tahunan. Bertani kakao bersama Keling Kumang aman bagi petani, karena hasil pertaniannya akan dibeli oleh Keling Kumang. Selain itu Keling Kumang sudah punya perikatan dengan perusahaan pembeli yang tidak tergantung kuota. Ayo kita tanam kakao,” pungkas Mikael.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas